Rumah Merangkap Warung Milik Nana di Jalan Galunggung Kota Bandung Ludes Dilahap Api

Yayan Sofyan
Kebakaran yang menghanguskan sebuah warung dan rumah di Jalan Galunggung, Kec. Andir, Kota Bandung
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Kebakaran terjadi di Jalan Galunggung, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung memporakporandakan sebuah warung dan rumah, Jumat (16/10/2026).
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung berhasil memadamkan api yang membakar warung dan rumah milik Nana Permana (50).
Meski tak meminta korban, kebakaran ini terjadi saat bangunan dalam keadaan kosong. Akibatnya, selain bangunan, kobaran api juga menghanguskan harta benda korban. Polisi saat ini telah melakukan penyelidikinan untuk mengungkap penyebabnya.
Kapolsek Lengkong, AKP Aldy Lazuardy, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Penyebab kejadian dan total kerugia masih dalam penyelidikan.
Api melalap bangunan ketika Nana sedang berada di luar rumah. Saat kembali, Nana melihat warga dan petugas pemadam kebakaran telah berada di sekitar kediamannya.
"Saya meninggalkan rumah pagi sebelum kebakaran terjadi. Sebelum pergi sedang mengisi daya ponsel dan membiarkan kipas angin tetap menyala. Apakah kedua perangkat tersebut penyebab kebakaran," kata Nana.
Kebakaran tersebut juga memusnahkan berbagai barang milik korban yang berada di dalam bangunan. Menurut Nana, laptop, ponsel, dan dokumen penting terkait rumah ikut terbakar.
Selain barang elektronik dan dokumen, uang tunai senilai Rp5 juta yang disiapkan untuk disetorkan ke bank juga hangus. Uang tersebut berada di dalam rumah ketika kebakaran berlangsung.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap penyebab kebakaran dan menghitung total kerugian.
Sementara itu, seorang saksi di lokasi, Tika (45), pemilik warung makan mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui setelah dirinya mendengar teriakan sejumlah anak yang memberitahukan adanya asap dan api.
Mendengar teriakan tersebut, Tika langsung bergegas mengamankan surat-surat penting dari warungnya karena khawatir api merembet ke bangunan tempat usahanya.
“Awalnya lagi di dalam, jadi ada anak-anak yang teriak ada asap kebakaran. Langsung lari ke rumah mengamankan surat-surat penting karena takut merembet,”ujar Tika.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, ia bersama anggota keluarganya segera menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar). Menurutnya, petugas merespons laporan warga dalam waktu kurang dari 10 menit.
“Setelah tahu ada kebakaran langsung telepon Damkar. Adik kakak semua pada menelepon, kurang dari 10 menit kalau enggak salah,” ujarnya.
Tika mengapresiasi respons cepat petugas Damkar yang segera datang setelah menerima laporan kebakaran.
“Alhamdulillah, cepat tanggap Damkar,” tuturnya.
Tika menyebut, bangunan yang terbakar merupakan rumah, sekaligus warung yang saat kejadian dalam keadaan kosong. Namun, ia mengaku belum mengetahui keberadaan penghuni rumah tersebut.
Karena warungnya menyimpan sejumlah tabung gas, Tika turut mengamankan tabung-tabung tersebut sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bahaya apabila api merembet ke tempat usahanya.**
Editor: Yayan Sofyan