Meski Dilarang, Truk Sumbu Tiga Memilih Jalur Jatinangor Daripada Tol Cisumdawu, Dalihnya Mahal

foto

Yayan Sofyan

Spanduk terpasang di pertigaan Cibeusi agar truk sumbu 3 tak melewati Jatinangor harus via Tol Cisumdawu

CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Kendaraan berat atau sumbu 3 yang kerap melintas di jalur jalan raya Jatinangor, yang merupakan kawasan pendidikan dan Tanjungari, Kabupaten Sumedang sudah lama dikeluhkan sejumlah pihak.

Keluhan disampaikan selain sejumlah mahasiswa di kawasan Jatinangor, juga pengguna jalan lainya, baik di Jatinangor atau pun di Tanjungsari. Mereka mengeluh, penyebab kemacetan di jalur tersebut di antaranya bebasnya truk sumbu 3 melawati Jatinangor, bahkan sering pula terjadi kecelalaan lalu lintas (lakalantas). Tercatat sudah beberapa kali kendaraan sumbu 3 ini jadi penyebab lakalantas.

Keluhan ini ternyata direspon Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir yang telah turun tangan untuk mengatasinya dan membatasi kendaraan sumbu 3 melintasi Jatinangor.

Salah satunya dengan memasang plang atau spanduk di sekitar perbatasan Kabupaten Sumedang-Bandung.

Plang atau spanduk yang dipasang di Cibeusi, sekitar pertigaan menuju gerbang Tol Cileunyi dan Rancaekek ini tertulis, "himbauan, demi kelancaran dan keselamatan, kendaraan besar (sumbu 3) dari Bandung ke Sumedang via Tol Cileunyi dan tidak melawati kawasan pendidikan Jatinangor".

Namun terkait ternyata imbauaan Satlantas Polres dan Bupati Sumedang itu juga ditanggapi sejumlah pengemudi dan kernet kendaraan sumbu 3. Mereka juga sama-sama mengeluh.

Sejumlah sopir kendaraan sumbu 3 ini terpaksa melewati jalan alteri Jatinangor, Tanjungsari hingga Sumedang dan enggan melewati Tol Cisumdawu. Dalihnya sama, mereka menilai tarif Tol Cisumdawu untuk sumbu tiga mahal dibanding tarif tol lainnya.

"Jujur saja, para sopir enggan melawati Tol Cisumdawu tarifnya mahal dibanding tarif tol lainnya," kata Pudin (50), sopir kendaraan sumbu 3 ketika ditemui saat beristirahat di kawasan Cadas Pangeran sekitar patung Pangeran Kornel dan Daendels, Minggu (20/9/2026).

Bahkan, kata Pudin warga Padalarang yang mengangkut barang untuk dikirim ke Cirebon ini, jika dari arah Jakarta atau Padalarang menuju Sumedang-Cirebon melalui Tol Cipularang-Padaleunyi tak langsung ke Tol Cisumdawu, tapi keluar gerbang Tol Cileunyi.

"Dari Cileunyi ke Sumedang atau ke Cirebon para sopir kendaraan melalui jalur alteri (jalur lama). Ya itu tadi, tarif Tol Cisumdawu mahal," tutur Pudin.

"Ya ini juga sama keluhan, dari pada tersedot tarif tol, uang 'kan bisa untuk makan, rokok dan ngopi di jalan serta bisa dibawa ke rumah untuk anak istri," pungkas Pudin didamping Dayat (34) kernetnya.

Tarif Tol Cisumsawu

Tarif Tol Cisumdawu dari Cileunyi berkisar antara Rp6.000 hingga Rp78.500 untuk Golongan I, tergantung pada gerbang tol tujuan.

Berikut adalah rincian tarif Tol Cisumdawu untuk beberapa rute utama dari Gerbang Tol Cileunyi:

Cileunyi- Jatinangor:
Golongan I Rp6.000
Golongan II & III Rp11.000.

Cileunyi – Pamulihan:
Golongan I Rp11.000
Golongan II & III Rp17.000
Golongan IV & V Rp22.000.

Cileunyi – Paseh:
Golongan I Rp52.000
Golongan II & III Rp78.000
Golongan IV & V Rp104.000.

Cileunyi – Cisumdawu Jaya:
Golongan I Rp71.000
Golongan II & III Rp106.500
Golongan IV & V Rp142.000.

Cileunyi – Cisumdawu Utama:
Golongan I Rp78.500
Golongan II & III Rp118.000,
Golongan IV & V Rp157.500.

Pembatas truk sumbu 3

Dikatahui, Pemkab Sumedang menyiapkan langkah pembatasan truk sumbu tiga yang melintas di kawasan pendidikan Jatinangor dan Tanjungasaru guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang selama ini mengeluhkan tingginya mobilitas kendaraan besar di jalur Jatinangor.

"Berdasarkan aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan para dosen, kami mengimbau kendaraan besar, khususnya truk sumbu tiga, untuk tidak melewati kawasan pendidikan Jatinangor. Kita pastikan kelancaran lalu lintas di kawasan yang aktivitas pendidikannya sangat padat," ujar Dony kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).

Dony mendorong para pengusaha angkutan dan pemilik kendaraan berat agar memanfaatkan akses Jalan Tol Cisumdawu sebagai jalur alternatif sehingga kendaraan besar tidak lagi melewati kawasan pendidikan Jatinangor.

Kendaraan berat dari arah Bandung dapat menggunakan akses Gerbang Tol Cileunyi untuk masuk Tol Cisumdawu, sementara kendaraan dari arah Sumedang dapat melalui Gerbang Tol Pamulihan menuju Cileunyi.

"Kami berharap para pengusaha dan pengemudi kendaraan besar dapat memanfaatkan tol. Dengan masuk dari Cileunyi atau Pamulihan, biaya tol yang dikeluarkan tidak terlalu memberatkan, namun manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan keselamatan masyarakat di Jatinangor," katanya.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Para Pejabat Pemkab Kuningan Ziarahi Makam mantan Bupati di Bandung, Cirebon dan Tasikmalaya
KDM Siap Gabungkan Beberapa OPD Menjadi Satu Kesatuan Demi Efesiensi Anggaran
23 Warga Karangpawitan Garut Ikut Jadi Korban Terbaliknya Kapal Virgo di Laut Jawa
Geger, Dibawa Anjing Jasad Bayi Ditemukan Tanpa Lengan dan Kaki di Sumedang
Dump Truk Seruduk Toko dan Sambar 2 Pejalan Kaki di Cileunyi, 1 Tewas 1 Luka Berat