Ketum Boboko Minta Anggotanya dan Juga Bobotoh Lainnya Jaga Kondusivitas Terkait Kemenangan Persib

Foto: Whyr
Kang Yukie Ketua Umum Bobotoh Kolot (Boboko).
KUNINGAN, KejakimpolNews.com – Ketua Umum Bobotoh Kolot Persib Bandung atau Boboko, Kang Yukie, mengimbau seluruh anggota Boboko di Indonesia maupun luar negeri untuk menjaga situasi tetap kondusif setelah kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta.
Hal itu diungkapkan Kang Yukie saat diwawancarai melalui telepon selularnya Senin (11/5/2026).
Imbauan itu disampaikan menyusul sejumlah insiden yang terjadi di Stadion Segiri, Samarinda, maupun di Bandara terhadap para pemain Persib. Kang Yukie meminta seluruh Bobotoh menyerahkan penanganan kepada pihak berwenang.
“Di dalam stadion kita serahkan ke panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija Vs Persib Bandung dan aparat keamanan. Untuk di bandara, kita serahkan kepada pihak keamanan bandara dan pengurus The Jakmania karena sudah di luar sportivitas.
Menurut Kang Yukie, rivalitas seharusnya hanya berlangsung 90 menit di lapangan. Namun, kejadian di luar lapangan hingga ruang publik jelas mengganggu ketertiban umum.
Kang Yukie mengajak seluruh Bobotoh untuk menahan diri dan tidak terpancing situasi. Ia menekankan pentingnya menunjukkan jati diri sebagai suporter yang dewasa.
“Kita tunjukkan bahwa kita suporter yang sudah dewasa. Jauhkan hal-hal negatif, khususnya bagi suporter Maung Bandung. No Anarkis, No Racisme. Tunjukkan juga kepada dunia bahwa kita suporter yang elegan,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota Boboko dan Bobotoh pada umumnya agar tidak berlebihan dalam merayakan euforia kemenangan.
“Euforia atas keberhasilan Persib saat ini adalah hak setiap individu. Akan tetapi, kita harus sama-sama berpikir bahwa setelah euforia itu ada kehidupan yang harus tetap berjalan,” katanya.
Kang Yukie berharap kejadian ini menjadi pelajaran bahwa menjadi suporter tidak harus diwarnai kekerasan. “Justru kita harus ambil sisi positifnya untuk bisa menjaga tali silaturahmi,” pungkasnya.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman