Event Cultura Persib Obati Rasa Penasaran dan Menganel Lebuh Jauh

Foto : Persib.co.id
Event Cultura Persib yang berlangsung di Grey Art Gallery, Kota Bandung, terbukti telah menjadi kesempatan yang positif bagi berbagai lapisan masyarakat untuk mengenal sisi lain dari Persib Bandung.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Event Cultura Persib yang berlangsung di Grey Art Gallery, Kota Bandung, terbukti telah menjadi kesempatan yang positif bagi berbagai lapisan masyarakat untuk mengenal sisi lain dari Persib Bandung. Event ini dibuka setiap hari untuk berbagai kalangan hingga 10 September 2026 mendatang.
Salah satu pengunjungnya adalah Hadziqraid El Syauqi asal Lembang, yang mengunjungi Cultura Persib BandungB dengan didampingi ibunya, Vini Yustia Rahmatunisa. Siswa kelas VI yang mengidolakan Beckham Putra Nugraha datang dengan rasa penasaran.
"Senang sama sekarang udah enggak penasaran lagi. Syauqi sekarang jadi tahu lebih banyak soal Persib. Yang paling Syauqi suka, di sini ada mozaik foto pemain-pemain Cultura Persib Bandung Obati Rasa Penasaran. Syauqi pernah bikin mozaik juga di sekolah," katanya dengan bangga, Sabtu, 20 Juni 2026.
Hal ini juga diamini oleh General Manager Grey Art Gallery, Angga Aditya Atmadilaga. Menurutnya, rasa penasaran menjadi salah satu faktor yang menjadi daya tarik bagi berbagai kalangan masyarakat untuk mengunjungi Cultura Persib.
Selain menikmati karya seni, pengunjung Cultura Persib juga bisa membeli merchandise original Persib melalui kehadiran pop up store di salah satu sudut Grey Art Gallery. Pop up store di event Cultura Persib ini tersedia hingga 11 Juli 2026.
Selain di Grey Art Gallery, pop up Persib Store juga hadir di Festival Citylink yang bisa dikunjungi hingga akhir bulan Juni ini. Baik di Grey Art Gallery maupun Festival Citylink, Persib Store menyediakan promo spesial yang sayang untuk dilewatkan.
"Secara umum tanggapan publik positif, terlebih mereka melihat karya yang sudah lebih dahulu viral di media sosial. Di sisi lain, ketakjuban itu bertambah saat publik turut membaca latar belakang dari karya yang tertera," kata Angga.
"Pada beberapa karya lainnya, publik penasaran kenapa begini dan kenapa begitu karena karya-karya tersebut cenderung bukan karya yang ilustratif tapi cukup simbolis ya. Contohnya seperti karya Toni Antonius," tambahnya.
Rasa penasaran yang terobati menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Angga. Selain itu, ia juga turut senang karena karya-karya para seniman yang dipajang di Cultura Persib mampu menjadi motivasi dalam melahirkan karya-karya untuk bisa dinikmati banyak orang.
"Para seniman bangga bisa terlibat di Cultura Persib terlebih karya mereka mendapat sambutan positif dari publik. Apresiasi publik menjadi pemantik sekaligus penyemangat dalam memelihara pola kreatif untuk karya-karya mereka berikutnya," jelasnya.**
Author: Gaiskha
Editor: Maman Suparman