Saat Sang Cobra Menutup Mata, Mahawarman Kehilangan Penjaganya

Foto: One
Rochmat Surjawan bin Suparman, atau Wawan Cobra anggota anggota Menwa Unpas Bandung yang tergabung dalam Batalyon IV/Gab Corps Mahawarman telah berpulang ke rahmatullah.
BANDUNG, Kejakimpolnews.com - Pagi itu, Rabu 22 April 2026 pukul 07.05 WIB, langit Bandung terasa lebih sunyi. Dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, kabar duka datang dan menyusup ke hati banyak orang.
Bapak Rochmat Surjawan bin Suparman, sosok yang lebih dikenal dengan nama Wawan Cobra, telah berpulang ke rahmatullah setelah berjuang menjalani perawatan lebih dari satu bulan.
Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga besar Menwa Jawa Barat dan Corps Mahawarman. Sebab bagi banyak orang,
Wawan Cobra bukan sekadar nama. Ia adalah cerita tentang kesetiaan, keberanian, dan pengabdian yang dijalani tanpa banyak bicara. Almarhum merupakan anggota Menwa Unpas Bandung yang tergabung dalam Batalyon IV/Gab Corps Mahawarman.
Di dunia yang keras, penuh disiplin, dan menuntut mental baja, Wawan Cobra hadir dengan caranya sendiri: tenang, kalem, namun disegani. Ia tidak dikenal lewat suara keras, tetapi lewat keteladanan.
Julukan “Cobra” melekat bukan tanpa alasan. Almarhum memiliki keahlian mengendalikan berbagai jenis ular. Namun lebih dari itu, ia juga piawai menaklukkan rasa takut para juniornya.
Dalam setiap latihan survival, ia bukan hanya mengajarkan cara bertahan hidup di alam liar, tetapi juga mengajarkan keberanian menghadapi hidup itu sendiri. Banyak junior mengenangnya sebagai sosok pelindung. Ia hormat kepada senior, namun penuh kasih kepada adik-adiknya.
Jika ada yang lelah, ia datang memberi semangat. Jika ada yang takut, ia berdiri di depan. Jika ada yang jatuh, ia menjadi tangan pertama yang mengangkat. Ia mungkin tak pernah meminta tepuk tangan. Tak pernah mencari pujian. Namun justru orang-orang seperti itulah yang paling sulit digantikan.
Kini, lelaki yang sepanjang hidupnya menjaga banyak orang itu akhirnya beristirahat. Sang legenda Mahawarman Jawa Barat dimakamkan di TPU Sirnaraga, Kota Bandung.
Langkah-langkah para sahabat yang mengantarnya ke liang lahat terasa berat. Air mata jatuh diam-diam, sementara dada dipenuhi kebanggaan pernah mengenal sosok seperti dirinya.
Di pusara itu, bukan hanya jasad yang dilepas. Tetapi juga kenangan tentang seorang kakak, sahabat, pelatih, dan penjaga yang selama ini selalu ada.
Selamat jalan, Wawan Cobra. Engkau pergi, tetapi teladanmu tetap tinggal. Namamu akan terus disebut di barak-barak, di tenda-tenda latihan, di jalur pendakian, dan di hati mereka yang pernah kau jaga.
Jaya Mahawarman sepanjang masa.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di surga terbaik. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.**
Author: One
Editor: Maman Suparman