Bandung Kehilangan Profesor "Humble" Sunda

Foto : Istimewa
Prof. Dr. H. Achmad Sanusi, S.H., M.PA.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Prof. Dr. H. Achmad Sanusi, S.H., M.PA., (1926-2026) wafat di 23 Juni 2026 dalam usia 96 tahun di kediamannya, di kawasan Jalan Cipedes, Sukajadi, Kota Bandung.
Profesor "Humble"
Dunia akademisi, khususnya di Jawa Barat kehilangan sosok akademisi dan guru besar yang terkenal "humble" semasa hidupnya.
Meski memuncaki keilmuan yang tinggi sebagai alumni perguruan tinggi bergengsi Indiana University, Bloomington, Amerika Serikat, almarhum tetap hidup dalam kesederhanaan dan kerendahan hati dengan seluruh "aura" kasundaannya.
Pancaran alami mantan Rektor IKIP /UPI dan Uninus Bandung mulai daya tarik, energi, dan pesona pribadinya sangat sarat dengan nilai-nilai filosofis, budaya, dan karakter Sunda.
Tutur katanya halus. Pembawaan yang tenang, wajahnya teduh. Ia representasi dari kebersihan hati. Itu sebabnya, jabatan sebagai pemimpin perguruan tinggi besar, baginya tak berarti sekat. Apalagi protokoler.
Pria kelahiran Banjaran, Bandung itu dedikasi dan kesederhanaan yang dikemas komunikasi yang tetap hangat tak melunturkan sosoknya dihormati juga menghormati.
Saya mengenal almarhum sebagai sosok akademisi dengan pembawaan yang selalu terbuka untuk berdiskusi. Sosok akademisi sejati. Tidak diukur dari seberapa tinggi gelar yang disematkan, melainkan dari keluasan hati dalam berbagi ilmu.
Sang Profesor juga pendengar yang empatis yang kerap menjadikan diskusi sebagai dialog dua arah, bukan monolog instruksional. Sebelum memaparkan gagasan, ia terbiasa mendengarkan dengan saksama untuk memahami perspektif mahasiswa sekaligus menghargai setiap pendapat, sekecil apa pun itu.
Kehebatan ilmunya semakin terlihat dari kemampuannya menerjemahkan teori-teori rumit dan abstrak menjadi bahasa yang mudah dipahami karena tidak menggunakan istilah-istilah yang keren sebagaimana profesor pada umumnya.
Selamat Jalan Profesor!