Belajarlah dari Profesor Purbaya

Purbaya Yudhi Sadewa
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
PURBAYA Yudhi Sadewa memang dikenal memiliki rekam jejak akademik yang sangat cemerlang sejak masa sekolah hingga kuliah.
Ia menempuh pendidikan di institusi-institusi top berkat kedisiplinan yang dibentuk sejak kecil oleh kedua orang tuanya.
Purbaya berhasil menembus salah satu jurusan paling kompetitif di Indonesia, yaitu Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1983.
Setelah lulus dari ITB, ia berpindah jalur studinya ke ilmu ekonomi hingga berhasil meraih gelar Master of Science (M.Sc) serta gelar Doktor (Ph.D) dalam bidang Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat.
Jejak Profesor
Purbaya tenyata mengikuti jejak ayah dan ibunya sebagai profesor. Kedua orang tuanya Prof. R.M.H. Ir. J. Soegiri, M.Agro dan Prof. Dr. drh. BRAy. Nawangsari Soegiri adalah Guru Besar IPB (Institut Pertanian Bogor)
Sedangkan keprofesoran Purbaya di bidang ekonomi, khususnya fiskal internasional. Ia dianugerahi gelar Profesor Kehormatan dari Nankai University, Tiongkok pada 23 Juni 2026.
Pencapaian jabatan akademik tertinggi sebagai profesor menjadi bukti sahih bahwa kapasitas inteligensia dan rekam jejak akademik Purbaya memiliki kualitas yang sangat berbobot dan tidak perlu diragukan lagi.
Tidak Berafiliasi Politik
Spekulasi yang berkembang mengapa Presiden Prabowo mencopot jabatan Purbaya sebagai Menteri Keuangan karena ia tidak berafiliasi politik dengan partai manapun. Tak terkecuali dengan Partai Gerindra besutan Prabowo.
Itu sebabnya sebagai menteri dari kalangan profesional (teknokrat) Purbaya rentan direshuffle. Ia tidak memiliki afiliasi atau basis dukungan partai politik untuk menjalankan ide dan gagasannya.
Tapi sekeras apapun benturan dengan para politisi, ternyata ia tetap konsisten. Memilih fokus pada tugas profesionalnya sebagai seorang ekonom. Ia tidak tertarik masuk ke dunia politik meskipun sempat dilirik oleh partai tertentu.**