Danny Setiawan Telah Tiada, Pejabat Karier Gubernur Jabar

Foto : Istimewa
Danny Setiawan mantan Gubernur Jabar
Catatan IMAM WAHYUDI (iW)
SOSOK bersahaja dan santun gaya bicara. Senantiasa rengkuh, dalam pergaulan warga Sunda. Murah senyum di antara kumis kelimis. Tampilan khas yang tak mengurangi wibawa. Bahkan saat menjabat Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008.
Cerita itu tinggallah kenangan. Sosok yang telah tiada untuk selamanya. H. Danny Setiawan sudah kembali ke HaribaanNya. Wafat dalam usia 81 tahun, Sabtu pagi, 19 September 2026. Langit mendung menandai prosesi pemakaman keluarga di Desa Ciwareng, Kec. Babakan Cikao, Kab. Purwakarta.
Dimaklumi, Kang Danny -- sapaan akrabnya, mengawali karier dari strata bawah. Menjabat Camat Cimarga di Kabupaten Lebak, Jawa Barat -- praktis baru lulus Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung 1968.
Jabatan pertama yang senantiasa dicitakan bagi setiap lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri itu. Meski cuma setahun (1968-1969), jabatan camat menjadi terminal pemberangkatan Danny Setiawan muda di belantara pemerintahan. Menginspirasi langkahnya kelak dalam keteguhan sosok birokrat mumpuni.
Puncak prestasi Kang Danny sebagai Gubernur Jabar. Tercatat pertama kali pejabat karier menjabat kursi gubernur. Itu pula rasa bangga istri yang ditinggalkannya, Rinania Sastrawiguna dengan empat anak, Renny Dewi Pratami, Anny Dewi Lasmiani, Rio Teguh Pribadi, dan Winny Citra Dewi Utami.
Penulis mengenal sosok almarhum, sejak semasa Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat 1998 - 2003. Mendampingi gubernur saat itu, R. Nuriana. Serentang itu, Kang Danny terbilang welcome kepada ragam ormas dan senantiasa memberi dukungan. Setapak kemudian, Kang Danny naik tahta sebagai Gubernur Jabar 2003 - 2008.
Kemitraan berlanjut, saat penulis menjadi anggota legislatif periode 2004 - 2009. Bersamaan dukungan untuk AM Ruslan sebagai Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat masa itu. Keduanya terbilang "dwi tunggal" eksekutif - legislatif.
Sosok Danny telah memberikan kontribusi bagi pembangunan Jawa Barat. Utamanya sejak jabatan sekda hingga kursi gubernur. Tak kecuali, rencana pembangunan bandara internasional Kertajati di Majalengka.
Penulis mengantar Kang Danny menemui Menhub, Hatta Rajasa untuk beroleh izin prinsip. Acaranya di Hotel Borobudur, Jakarta pada 2007. Proyek prestisius itu bersamaan rencana pembangunan ruas tol Cisumdawu (Cileunyi - Sumedang - Dawuan). Keduanya dilanjutkan semasa Ahmad Heryawan sebagai gubernur.
Danny Setiawan yang terlahir 28 Agustus 1945, harus berpindah menempuh pendidikan. Sekolah Rakyat (SR, kini SD) di Cirebon pada 1959. Berlanjut SMP Negeri di Bogor 1961 hingga SMA Negeri (Paspal) di Purwakarta pada 1964. Selanjutnya APDN Bandung dan lulus 1968.
Tak cukup APDN, Danny juga menempuh pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Malang pada 1973. Kemudian gelar Magister Kebijakan Publik diraih dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2000. Pendidikan terakhirnya S3 (doktoral) di FISIP Unpad 2011, dengan predikat "sangat memuaskan".
Almarhum juga pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Perwira Cadangan (Sepacad) ABRI, Rindam VIII Brawijaya 1998. Selebihnya pendidikan di luar negeri, antara lain Project Design Program di University of Pittsburgh, AS.
Karier birokrat, berjenjang dan berlanjut. Setelah Camat Cimarga di Kab. Lebak, almarhum bertugas di Kab. Manokwari, Irian Barat (1969 -1970). Lanjut Kabag. Pemerintahan Setwilda Tk.II Lebak (1973 - 1977), Sekwilda Kab. Lebak (1977 - 1984). Berikutnya promosi ke Pemprov Jabar sebagai Kabid. Sosbud Bappeda (1984 - 1988). Meningkat Karo Keuangan Setwilda Tk.I Jawa Barat (1988 - 1990). Kemudian Karo Pembangunan Daerah Setwilda Tk.I Jawa Barat selama empat tahun hingga 1994.
Almarhum pernah menjaba Kepala Dispenda Pemprov Jabar 1994 - 1997. Menyusul setahun sebagai Asisten Administrasi Pembangunan Setwilda Tk.I Jawa Barat hingga 1998. Selanjutnya lima tahun sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat hingga 2003, hingga puncaknya sebagai Gubernur Jawa Barat 2003 - 2008.
Sejumlah penghargaan diraihnya. Kang Danny mengawali penghargaan dari Bupati Manokwari pada 1969. Pun apresiasi lainnya. Antara lain Piagam Bhakti Koperasi, Pengusaha kecil dan menengah dari Menteri Koperasi & UKM serta Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI pada 1998. Selanjutnya Piagam Penghargaan Pengabdian 30 tahun dari Gubernur Jawa Barat 1999. Setahun berikutnya Piagam Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari presiden RI.
Selama empat dasawarsa atau 40 tahun pengabdian Danny Setiawan, melulu di pemerintahan. Tanpa jeda, sejak jabatan pertama sebagai camat tahun 1968. Pejabat karier dengan sederet prestasi jabatan.
Sapaan, senyum dan kumisnya di antara bersahaja dalam balut langkah berwibawa -- senantiasa menjadi kenangan penuh makna. Selamat jalan, Kang Danny Setiawan.**