Tagline "Cileunyi Masagi" Banyak Dipertanyakan, Ini Alasannya

Yayan Sofyan
Kantor Kec. Cileunyi dengan huruf Cileunyi Masagi yang sudah tak karuan
CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Telah lama Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung meluncurkan tagline "Cileunyi Masagi" (Maju, Aman, Sejahtera, Agamis, Giat, dan Inovatif).
Tagline "Cileunyi Masagi" yang diluncurkan oleh mantan Camat Cileunyi, Asep Kusumah, kini Kadisdik Kabupaten Bandung yang juga warga Cileunyi hanya sebatas mimpi.
Bagaimana tidak, "Cileunyi Masagi" yang taglinenya keren ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Hal ini pun dipertanyakan banyak pihak karena menyimpan sejumlah persoalan yang jadi sorotan.
Sejumlah persoalan tersebut mulai dari persoalan mangkraknya proyek revitalasi Pasar Cileunyi dengan anggaran APBD tahun 2025 Rp4,5 miliar lebih.
Kemudian semakin kumuhnya kawasan Simpang Susun Cileunyi, tepatnya di kolong-kolong jembatan Tol Cisumdawu. Kawasan ini kini jadi terminal sejumlah trayek angkot, bangunan liar (bangli), sampah menumpuk di sejumlah titik. Termasuk, kawasan ini dihiasi vandalisme.
Persoalan lain, kabel udara pun di Cileunyi "pabaliut" dan "pakuranteng" tak karuan, baik di jalan provinsi, kabupaten dan jalan desa. Belum lagi persoalan sampah belum tertangani maksimal. Salah satunya menggunungnya sampah di Pasar Sehat Cileunyi (PSC).
Selain itu, persoalan wacana pembangunan Jalan Lingkar Cileunyi untuk mengatasi kemacetan Bundaran Cibiru-Cileunyi dan Masjid Besar (Mabes) Cileunyi pun jadi sorotan karena sebatas wacana.
Rencana pembangunan Mabes Cileunyi yang telah tiga tahun, hingga saat ini, dari anggaran Rp20 miliar untuk pembelian lahannya, donasi baru terkumpul sekitar Rp500 juta.
Merasa berat membeli lahan Rp20 miliar, panitia pembangunan Mabes Cileunyi akhirnya membidik lahan eks Transmigrasi Jabar di pinggir jalan Raya Cinunuk dengan mengajukan permohonan penggunaan lahan tersebut ke Pemprov Jabar melalui Pemkab Bandung.
Namun, panitia pembangunan Mabes Cileunyi terpaksa harus gigit jari karena Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menolak atau tak mengizinkan lahan eks Transmigrasi tersebut dibangun Mabes Cileunyi.
BPD Prihatin
Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Cileunyi membenarkan jika tagline "Cileunyi Masagi" yang telah diluncurkan paradoks dengan kenyataan di lapangan.
"Tak dipungkuri, kawasan kolong jembatan Tol Cisumdawu kini kian kumuh, proyek revitaliasi Pasar Cileunyi diduga mangkrak. Belum lagi kelanjutan wacana pembangunan Mabes Cileunyi tak jelas," kata Relly Ridwan, Ketua BPD Cileunyi Wetan, Rabu (2/9/2026).
Menurut Relly, tak hanya itu, persoalan lain yang kini dipertanyakan terkait ganti rugi sejumlah pemilik lahan di Desa Cileunyi Wetan terdampak proyek Tol Cisumdawu.
Sudah 5 tahun, kata Relly, ganti bagi bagi sejumlah warga pemilik lahan di Desa Cileunyi Wetan terdampak proyek Tol Cisumdawu belum terealisasi meski sudah "Lapor Mas Wapres", layanan pengaduan masyarakat yang dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu
"Jujur, kita selaku BPD prihatin dengan kondisi Cileunyi saat ini dengan tagline "Cileunyi Masagi". Ini jadi PR semua bagaimana menata agar Cileunyi dengan 7 desa ini masagi," tandas Relly.
Hal senada dilontarkan sejumlah pengurus BPD di desa lainnya. Kondisi ini harus jadi perhatian dan turun tangan banyak pihak, termasuk pemerintah.
"Sangat disayangkan memang, Kecamatan Cileunyi yang sumber daya manusianya (SDM) mumpuni tak bisa mendorong wilayah Cileunyi nyaman tidak seperti sekarang ini," ujar salah seorang pengurus BPD lainnya.
"Wilayah Cileunyi yang agamis dan gudangnya seni ini dihuni banyak tokoh masyarakat, pemuda, ulama, kiai, akademisi, pejabat penting dan tokoh lainnya. Tapi mengapa Cileunyi sekarang seperti ini. Pembangunan Masjid Besar Cileunyi pun hanya mimpi," katanya.
Sementara itu, sebelumnya, Cucu Endang, ketua panitia pembangunan Masjid Besar Cileunyi yang juga Camat Cileunyi mengatakan, wacana pembangunan Masjid Besar Cileunyi berlanjut.
"Meski permohonan lahan eks Transmigrasi untuk dibangun Masjid Besar Cileunyi ditolak Pemprov Jabar, masih ada peluang. Kami akan cari alternatif lain atau solusi terkait wacana Masjid Besar Cileunyi ini," kata Cucu.**
Editor: Yayan Sofyan
