Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra Ardiyan Serahkan 242 PIP di Desa Cihurip

Foto: Whyr
H.Rokhmat Ardiyan Anggota Komisi XII DPR RI menyerahkan 242 sertifikat Program Indonesia Pintar (PIP) di Balai Desa Cihurip, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Rabu (29/7/2026).
KUNINGAN, KejakimpolNews.com – H.Rokhmat Ardiyan (HRA) Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, secara simbolis menyerahkan 242 sertifikat Program Indonesia Pintar (PIP) di Balai Desa Cihurip, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Rabu (29/7/2026).
Penyerahan Sertifikat PIP tersebut, dalam rangkaian kunjungan reses sekaligus
meninjau langsung pembangunan jalan yang telah rampung di wilayah ini.
Dalam pesannya di hadapan ratusan warga serta perangkat desa setempat, HRA mengatakan, penyerahan sertifikat ini sebagai wujud komitmen serta memastikan bantuan pendidikan pemerintah tepat sasaran dan diterima oleh pihak yang berhak.
Program PIP lanjut HRA bertujuan meringankan biaya sekolah serta menjamin anak-anak dari keluarga yang kurang mampu tetap bisa menempuh pendidikan hingga selesai.
“Ini adalah bagian tanggung jawab saya memperjuangkan hak pendidikan anak-anak daerah. Harapan saya, sertifikat ini segera dicairkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk keperluan sekolah. Jangan sampai ada anak putus sekolah hanya karena kendala biaya,” tegasnya.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan aspirasi maupun kendala terkait pembangunan jalan, irigasi, hingga pelayanan publik. “Setiap masukan yang saya terima akan dicatat dan saya perjuangkan di tingkat pusat,” ujarnya.
Menyoroti program strategis pemerintah Presiden Prabowo Subianto, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) sambung HRA, presiden berinvestasi besar bagi masa depan bangsa melalui asupan gizi yang layak bagi siswa SD dan SMP.
"Ini langkah luar biasa—karena anak-anak dari desa, terutama keluarga kurang mampu, kelak bisa menjadi dokter, kyai, dosen, dan pemimpin yang berbakti bagi negeri,” ucapnya.
Sementara itu, menyikapi aspirasi terkait alokasi pembangunan sebesar Rp15 miliar, HRA menegaskan komitmen pengawalan dana.
“Saya pastikan dana tersebut masuk 100 persen untuk masyarakat. Tidak boleh ada pemotongan atau perputaran. Sekali lagi, uang rakyat adalah untuk rakyat.” Ungkapnya.
HRA mengapresiasi dan harapan kepada awak media: “Media adalah sahabat sekaligus pilar demokrasi. Kami sangat membutuhkan peran rekan-rekan sebagai kontrol sosial, agar setiap program pemerintah benar-benar berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.” punglasnya.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman
