Protes Wartawan Disebut Londo Ireng oleh Prabowo, IJSI Sambangi Gedung Pendopo

Foto: Whyr
Para jurnalis dario IJSI Kuningan gelar unjuk rasa ke Pendopo gegara Presiden RI Prabowo sebut wartawan "Londo Ireng":.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Siber Indonesia (IJSI) Kabupaten Kuningan menggelar aksi damai di jalan Siliwangi depan teras Pendopo Bupati KaKuningan, Senin (3/8/2026) siang.
Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan tegas terhadap stigmatisasi negatif yang dialamatkan kepada profesi wartawan, dengan istilah "Londo Ireng" sekaligus menyerukan pentingnya menjaga kehormatan profesi pers serta kebebasan pers yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Dengan tertib dan damai, para pembawa spanduk dan poster bertuliskan “Jurnalis Bukan Londo Ireng”, menyuarakan pesan agar kritik terhadap oknum tertentu tidak digeneralisasi hingga merendahkan martabat seluruh insan pers yang bekerja secara profesional, independen, dan bertanggung jawab setiap harinya.
Koordinator Lapangan Aksi, Elly Said, disela aksi menegaskan, kehadiran kami bukan untuk menciptakan konflik, melainkan sebagai pengingat bersama bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang patut dihormati.
Sementara itu, Orator Mumuh Muhyidin, menyatakan rasa kecewa, karena Bupati Kuningan dan Wakil Bupati tidak hadir menemui aksi wartawan. Sementara yang hadir Sekda, dan Ketua DPRD.
"Selama ini kami dianggap sebagai mitra, harusnya seluruh unsur pemerintah bisa bertemu dan mau mendengar keluh kesah kami,” ungkap Mumuh.
Selama ini sinergisitas para jurnalis dengan Pemerintah Daerah Kuningan telah terbangun dengan baik. Hal itu terbukti dengan mengalirnya pemberitaan yang turut mengangkat sosialisasi program, hingga keberhasilan program pemerintah.
Manakala ada berita yang sifatnya sosial kontrol, namun dibarengi dengan solusi, artinya bukan berarti benci, namun peduli, tegas dia.
Dengan istilah Londo Ireng lanjut Mumuh, praktis para Jurnalis tersinggung berat. Karena brand itu pantasnya disematkan kepada para koruptor, perampok uang negara, atau mereka yang jelas-jelas merugikan, sekaligus merusak negara.
Aksi yang dilakukan para jurnalis dilandasi semangat menjaga kehormatan profesi, memperkuat solidaritas antarsesama insan pers, serta meneguhkan komitmen terhadap kemerdekaan pers yang bebas dan bertanggung jawab.
Ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap marwah profesi jurnalistik, untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, etika, serta saling menghormati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ditegaskan bahwa aksi ini, dalam menjaga kehormatan profesi serta memperkuat pers yang independen, bermartabat, dan berpihak pada kepentingan publik.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman
