Pemugaran Tugu Bola Karya Mantan Bupati Aang HS Disesalkan Banyak Pihak

Foto: Whyr
Perubahan tugu bola diganti dengan patung kuda di Kuningan banyak dipertanyakan warga.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Pemugaran Monumen Tugu "Bola Dunia" di Jalan Ir. Soekarno kawasan Jalan Baru Purwawinangun, Kuningan, mengundang polemik berbagai kalangan masyarakat.
Bahkan Ketua DPRD Nuzulrachdy, Anggota DPRD Provisi Jawa Barat Dudi Pamuji dari Fraksi Golkar, angkat bicara. Sementara sejumlah tokoh masyarakat Kuningan menyesalkan pemugaran tersebut. Pasalnya Tugu Bola itu merupakan karya monumental mantan Bupati Kuningan almarhum H.Aang Hamid Suganda.
Menyikapi hal ini Ketua DPRD Kuningan Nuzulrachdy, sangat menyesalkan pemugaran Tugu Bola Dunia tersebut. Hal ini mengundang kekecewaan publik, karena Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar tidak menghargai karya pendahulu sekaligus menghilangkan sejarah.
"Kalau memang punya gagasan membangun tugu baru, kenapa tidak ditempat lain saja. Jangan memugar tugu yang sudah ada lalu diganti dengan yang lain," tegas Zul.
Komentar senada disampaikan Dudi Pamuji, jika mau bangun tugu kuda sebaiknya di lokasi lain dengan design yang bagus.
"Seperti contoh tugu pangarean Diponogoro sedang naik kuda," kata Dudi Pamuji Minggu (6/9/2026).
Penyesalan serupa dilontarkan salah seorang musisi Kuningan Heri Purnama (59). Pemugaran tugu monumental tersebut seharusnya tidak dilakukan, tapi harus dijaga, dipelihara dan dilestarikan keberadaannya, karena memiliki filosofi tersendiri.
Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan penataan kawasan koridor Jalan Ir. Soekarno, mencakup peningkatan kualitas jalan, penataan trotoar, hingga rehabilitasi bundaran persimpangan. Dalam penataan tersebut, Tugu Bola Dunia yang berada di persimpangan jalan dirubah dengan Tugu Patung Kuda.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Ir. I. Putu Bagiasna, M.T., menanggapi aspirasi publik menyampaikan, bahwa koridor Jalan Ir. Soekarno merupakan akses utama menuju kawasan pusat pemerintahan, seperti Kantor Bupati dan Sekretariat Daerah. Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya penataan kawasan agar lebih rapi dan tertata.
“Penataan bundaran persimpangan ini dilakukan untuk merehabilitasi kondisi Tugu Bola Dunia yang sebelumnya kurang terawat dan kumuh, sekaligus untuk memperlebar ruang jalan serta mengoptimalkan radius tikungan,” ujar Putu Bagiasna.
Putu menjelaskan, perubahan Tugu Bola Dunia menjadi Tugu Patung Kuda bukan sekadar pergantian bentuk fisik semata. Langkah ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah serta menyelaraskan dengan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kuningan (2025–2029), yaitu “Kuningan Melesat Tahun 2029”.
“Ikon kuda merupakan simbol identitas Kabupaten Kuningan yang perlu ditampilkan di ruang publik strategis. Kami menilai perubahan tugu memiliki nilai ciri khas dan mencerminkan semangat pembangunan Kuningan ke depan," katanya.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman