7.400 Relawan Dari 182 SPPG Siap Berkontribusi Dalam Gerakan Infak

Foto: Whyr
Sebanyak 7 400 relawan dari total 182 SPPG di Kabupaten Kuningan, siap berkonstribusi dalam gerakan infak, yang digagas Baznas Kabupaten Kuningan.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Sebanyak 7 400 relawan Kabupaten Kuningan memiliki dari total 182 SPPG di Kabupaten Kuningan, siap berkonstribusi dalam gerakan infak, yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan.
Dari dana Infak yang terkumpul tersebut, nantinya akan memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat.
Demikian dikatakan Ketua Baznas KH. Yusron Kholid, S.Ag, M.Pd, saat gerakan penyerahan infak dari para pegawai dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari 3, Kecamatan Sindangagung, dan SPPG Dukuh Tengah, Kecamatan Maleber, Senin, (12/10/2026).
Kepala SPPG Sindangsari 3, Alfan, mengatakan, pihaknya mengarahkan para pegawai dan relawan untuk menyalurkan infak melalui Baznas Kabupaten Kuningan. Ia berharap gerakan tersebut dapat berlangsung secara konsisten dan menjadi bagian dari budaya berbagi di lingkungan SPPG.
Sementara, Saddam Husein, perwakilan yayasan yang menaungi kedua SPPG, menilai Gerakan SPPG Berinfak lahir dari kesadaran akan pentingnya berbagi dan membantu sesama.
Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, KH H. Yusron Kholid, mengapresiasi inisiatif SPPG Sindangsari 3 dan Dukuh Tengah. Ia berharap langkah kedua SPPG tersebut dapat mendorong satuan pelayanan lainnya untuk ikut membudayakan infak.
“Kami berharap ini menjadi trigger bagi SPPG lain agar mulai membudayakan berinfak di kalangan SPPG. Kami juga sangat mengapresiasi inisiatif dari dua SPPG ini yang telah berinfak ke Baznas,” tutur Yusron.
Menurut Yusron, dana infak yang terkumpul nantinya akan dioptimalkan untuk mendukung program sosial, termasuk membantu keluarga relawan SPPG yang membutuhkan bantuan.
Ia menjelaskan, keluarga relawan yang memerlukan bantuan sosial dapat mengajukan permohonan kepada Baznas Kabupaten Kuningan untuk selanjutnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman