Yuvita Korban Penyekapan Kekasih Selama 3 Tahun Kini Sangat Mengenaskan, Pelaku Tengah Dicari Polisi

Foto : Istimewa
Yuvita (inset) terbaring di IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan luka mengenaskan.
CILEUNYI, KejakimpolNews.com - Yuvita Tri (29), perempuan asal Rancaekek yang menghilang selama 3 tahun karena diduga disekap kekasihnya yang berprofesi juru tagih utang (debt collector), ditemukan tengah dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Saat ditemukan, Yuvita dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya penuh luka diduga jadi korban perlakuan tidak manusiawi setelah dianiaya dan disekap diduga oleh kekasihnya berinisial TH (31).
Keluarganya jauh sebelumnya telah melapor ke Polda Jabar tentang menghilangnya Yuvita tanpa kabar selama kurang lebih 3 tahun. Dan akhirnya ditemukan keluarga dalam kondisi sangat mengenaskan. Hingga Rabu (17/6/2026) Yuvita masih terbaring di IGD RSHS Bandung.
Ihwal ditemukannya Yuvita, awalnya keluarga mendapatkan pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengabarkan keberadaan korban di rumah sakit. Saat didatangi, korban didapati mengalami luka berat di sekujur tubuhnya, mulai dari bagian kepala, wajah, hingga kaki.
Dampak kekerasan ini diduga menggunakan benda tumpul dan senjata tajam tersebut membuat kondisi fisik korban kini mengalami gangguan fungsi tubuh yang sangat berat. Korban diduga disekap disebuah kosan di Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Korban dilaporkan tidak bisa melihat secara normal, mengalami kondisi bibir sumbing, kesulitan untuk berbicara, hingga kehilangan kemampuan untuk berjalan. Kejadian ini sudah dalam penanganan Polda Jabar.
Yuvita diketahui ber-KTP Antapani, Kota Bandung, dia telah lama menetap di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung ini memang kondisinya memprihatinkan yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan kekasihnya, TH belum lama ini.
Selain mengalami penganiayaan, korban juga diduga disekap oleh TH, kekasihnya dan telah dilaporkan pihak keluarga ke Polda Jabar.
"Peristiwa tersebut terungkap setelah pelapor menerima informasi melalui WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal bahwa korban berada di IGD RSHS Bandung,"ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Setelah itu, kata Hendra, pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban mengalami luka berat dibagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan dibagian tangan.
Sebelum ditemukan, keluarga ternyata sudah lama tidak mengetahui keberadaan korban. Menurut Hendra, korban bahkan dianggap menghilang selama kurang lebih tiga tahun.
Polisi menduga selama rentang waktu tersebut korban berulang kali mengalami tindakan penganiayaan yang dilakukan pelaku menggunakan berbagai cara, mulai dari tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam. Selain itu, sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang.
"Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang," ungkap Hendra.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka berat yang berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Kondisi fisiknya disebut mengalami penurunan signifikan, mulai dari gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, hingga tidak bisa berjalan.
Pelaku diduga telah melanggar Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai penganiayaan berat.
Terus bergulir
Kasus ini ternyata terus bergulir dan viral di media sosial. Fakta mengejutkan ternyata korban Yuvita dengan TH, kekasihnya saling kenal dari sebuah konser musik di kawasan Kota Bandung.
Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengungkapkan bahwa kakaknya pertama kali bertemu TH saat menonton konser di Tritan Point. Meski tidak ingat persis kapan perkenalan itu terjadi, Syahrul memastikan hubungan mereka sudah berlangsung sebelum Yuvita adiknya menghilang dari keluarga tiga tahun lalu.
Diungkap Syahrul, kakaknya sempat membawa TH ke rumah dan memperkenalkannya sebagai teman. “Pernah ketemu sama saya, sama mamah di rumah. Hanya dikenalin saja," kata Syahrul ketika ditemui di kediamannya di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (17/6).
Sebelum menghilang, Yuvita kakaknya bekerja di sebuah perusahaan makanan di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Tidak lama setelah menjalin hubungan dengan TH, kakaknya mulai sulit dihubungi hingga akhirnya lenyap dari lingkungan keluarga. Keluarga sempat mencari ke kos dan tempat kerjanya, tetapi sudah tidak ada di kedua lokasi tersebut.
Selama tiga tahun, keluarga tidak mengetahui keberadaan Yuvita. Kabar terakhir sangat mengejutkan. Korban dirawat di RSHS Bandung dalam kondisi kritis di RSHS Bandung.
Syahrul mengatakan bahwa Yuvita kakaknya belum menikah dengan TH. Kasus ini pun kini telah ditangani kepolisian setelah keluarga melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan TH.**
Editor: Yayan Sofyan