Ungkap Kasus Sumarna Tewas dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Periksa 9 Saksi

Yayan Sofyan
Sumarna tewas di Waduk Jatiluhur dengan tangan terborgol.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Terkait peristiwa ditemukannya Sumarna (40), satpam waduk Jatiluhur, di sekitar perairan Waduk Jatiluhur, tepatnya di kawasan Tanggul Kayat, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, hingga saat ini masih proses penyelidikan polisi.
"Kasus yang menimpa Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur saat ini masih proses penyelidikan. Telah 9 sembilan saksi diperiksa,"kata Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan kepada wartawan, Senin (27/7/
Diketahui, warga dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang ternyata Sumarna, seorang satpam Waduk Jatiluhur yang meninggal dunia pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang satpam yang melihat tubuh korban tenggelam di perairan dengan kedua tangan terborgol dan masih lengkap mengenakan seragam satpam.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga setempat dan diteruskan kepada aparat kepolisian. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban yang merupakan petugas keamanan di kawasan Tanggul Kayat sempat dicari oleh rekan kerjanya karena sejak dini hari tidak dapat dihubungi.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, polisi saat ini masih melakukan penyelidikan insentif terkait peristiwa tragis yang menimpa Sumarna di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Hingga kini, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah kejadian.
Pihaknya, kata Hendra, telah melakukan sejumlah langkah penyelidikan, termasuk memeriksa 9 saksi dan mengumpulkan berbagai petunjuk yang berkaitan dengan kasus tersebut.
“Masih kita selidiki. Kita sudah mendapatkan beberapa petunjuk dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak. Namun, memang membutuhkan waktu untuk mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa yang terjadi,” ujar Hendra.
Polisi juga mendalami sejumlah informasi yang beredar di media sosial. Salah satunya terkait dugaan keterlibatan kelompok pengendara sepeda motor atau kelompok geng motor dalam insiden tersebut.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan keterlibatan kelompok tertentu. Informasi yang beredar masih harus didukung dengan bukti permulaan yang cukup.
“Kami tidak bisa langsung menyimpulkan atau menetapkan seseorang sebagai tersangka sebelum ada bukti permulaan yang cukup kuat. Semua masih kita dalami secara profesional,” katanya.
Selain memeriksa saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Seluruh temuan itu kini masih dianalisis untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Polisi juga masih menunggu hasil autopsi terhadap korban. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
“Untuk hasil autopsi nanti akan disampaikan oleh Kapolres. Apabila ada informasi lain terkait keterlibatan kelompok geng motor, masih terus kita proses dan dalami,” ujar Hendra.
Hendra menegaskan, proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan terukur. Polisi juga terus berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk mengungkap kasus tersebut hingga tuntas.
“Kalau nanti ada bukti dan informasi yang cukup, tentu akan kita tindak secara profesional. Kami tetap melakukan penyelidikan secara lengkap agar kasus ini bisa segera terungkap,” pungkasnya.**
Editor: Yayan Sofyan
