Bimbingan Perkawinan Moment Krusial, Kepala KUA Cileunyi: Kawin Lain Heureuy

Yayan Sofyan
KUA Cileunyi gelar bimbingan perkawinan bagi 15 calon pasangan pengantin.
CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Bimbingan perkawinan sangat penting diikuti oleh para calon pasangan pengantin jelang perkawinan/pernikahan untuk menapaki bahtera rumah tangga.
Demikian dikatakan, H. Nani Suryana, S.Ag, M.Sy, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung usai membuka bimbingan perkawinan yang diikuti belasan pasangan calon pengantin di Aula KUA Cileunyi Jl. Galumpit Desa Cileunyi Kulon, Kec. Cileunyi, Rabu (16/9/2025).
Didampingi Drs. KH. Atus Ludin Mubarok, M.Sy, penyuluh Agama KUA Cileunyi yang jadi narasumber bimbingan perkawinan tersebut, Nani mengatakan, bimbingan perkawinan bekal bagi calon pasangan pengantin.
Bimbingan perkawinan bagi pasangan calon pengantin, kata Nani moment krusial sebelum prosesi pernikahan menuju fase berikutnya yaitu berumah tangga.
"Jujur, perkawinan lain keur heureuy karena akan menapaki fase berumah tangga. Makanya digelar bimbingan perkawinan dengan materi sejumlah aspek, baik dari sisi agama, kesehatan dan mental," tandas Nani.
Nanipun menyebut, pasangan calon pengantin kerap hanya memikirkan saat hari H prosesi pernikahan, sekaligus resepsi dengan anggaran besar. Tapi lupa, hal paling penting yaitu sejauh mana bekalnya menuju fase rumah tangga seperti apa.
Sementara itu, Atus Ludin Mubarok, penyuluh agama KUA Cileunyi yang jadi narasumber pada bimbingan perkawinan yang diikuti 15 pasangan calon pengantin membenarkan jika bimbingan perkawinan bagi calon pasangan pengantin momen krusial.
"Bimbingan perkawinan bagi pasangan calon pengantin sangat penting untuk menuju fase berumah tangga. Makanya pasangan calon pengantin terlebih dahulu dibekali sejumlah aspek," ujar Atus.
Menurut Atus, dalam bimbingan perkawinan ini ada 5 aspek atau materi yang disampaikan di antaranya bagaimana membangun keluarga sakinah, psikologi keluarga, bagaimana memenuhi sejumlah kebutuhan keluarga, dan bagaimana menyiapkan generasi berkualitas serta sehat.
"Berharap sejumlah aspek yang disampaikan dalam bimbingan perkawinan jadi bekal bagi calon pasangan pengantin. Insya Allah jika diimplementasikan, keluarga sakinah, mawaddah, warahmah akan terwujud, rumah tangga pun tak bubar di tengah jalan," ungkap Atus.
"Bimbingan perkawinan sehari penuh ini, selain menghadirkan nara sumber dari KUA Cileunyi, juga ada nara sumber dari Puskesmas dan BKKBN," pungkas Atus.**
Editor: Yayan Sofyan