Koran dan Majalah "Gak Ada Matinya"

Ilustrasi
Ilustrasi media cetak
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
PERGESERAN preferensi konsumen dari media cetak ke media digital telah menyebabkan media digital berada pada posisi yang lebih dominan dalam lanskap media kontemporer.
Semua perubahan itu sebagai sebuah keniscayaan karena platform digital menawarkan kenyamanan, aksesibilitas, dan interaktivitas yang tidak tertunda (real time).
Terlebih lagi, untuk mengakses berita dan informasi era baru ini bisa kapan saja dan di mana saja. Hanya dengan beberapa ketukan dan skroling di perangkat seluler apa yang dicari mudah ditemukan.
Diramalkan Punah
Selama beberapa dekade terakhir, banyak pemikir industri, konsultan media, dan futuris telah meramalkan penurunan, atau bahkan kepunahan, media cetak.
Tapi nyatanya media cetak dengan metode analognya "ngga ada matinya". Malah ramalan Bill Gates, pendiri Microsoft bahwa koran akan berakhir pada tahun 2000 meleset.
Profesor dari University of North Carolina Philip Meyer dalam buku."The Vanishing Newspaper (2004)" memprediksi bahwa koran cetak terakhir akan bertahan terbit pada April 2040 atau 2043.
Pun kata fituris Ross Dawson asal Australia ini merilis ramalannya kalai koran dan majalah cetak dalam bentuknya saat ini akan menjadi tidak signifikan bahkan punah total setelah tahun 2040.
Hibrida Obat Pereda
Model bisnis hibrida media cetak dengan platform digital hanya menunda kematian. Malah interaktivitas yang ditawarkan media cetak melalui platform digital hanya pereda nyeri (pain reliever).
Disebut demikian mengacu pada pandangan bahwa upaya mengombinasikan kedua format digital dan analog tersebut bukanlah solusi jangka panjang yang berkelanjutan untuk mempertahankan industri berita analog.
Model hibrida dengan operasi paralel selain menghambat investasi dan inovasi juga meningkatkan biaya operasional perusahaan akibat penurunan pendapatan media cetak.
Mati Kepastian Zaman : Nirkertas?
Saya sih menduga kematian media cetak sebagai kepastian zaman. Tapi tidak bisa diramalkan kapan waktunya bergantung ketersediaan kertas, tinta, teknologi percetakan.
Nirkertas yakni mengurangi atau meniadakan penggunaan kertas bakal menandai batas akhir hidup media cetak. Sebab nirkertas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan industri berita media tetap kompetitif dan efisien.
Apalagi koran dan majalah kertas sudah cukup lama bertahan. Pertama kali diterbitkan pada awal abad ke-17 di Eropa sudah cukup untuk tidak dipertahankan terus menerus.**

