Mimpi Bertemu Abdul Rozak Peraih Kalpataru

Foto: YouTube
Abdul Rozak pahlawan lingkungan peraih Kalpataru.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
MIMPI itu muskil. Tiba-tiba saja datang tanpa diundang. Semalam saya bertemu dengan Abdul Rozak. Itu loh petani di asal; Kampung Nagrak, Desa Neglaglasari, Kecamatan Pencatengah, Kabupaten Tasikmalaya yang pada tahun 1987 mendapat trofi Kalpataru katagori Perintis Lingkungan dari Presiden Suharto
Setelah meninggal dunia, Abdul Rozak juga mendapat gelar Pahlawan Lingkungan.
Awalnya, tahun 1960-an Abdul Rozak dibantu keluarga mulai membobol sebuah bukit yang menghalangi aliran sungai Cipamugaran ke persawahan penduduk di hilir bukit.
Awalnya penduduk setempat menganggap Rozak sudah senewen alias gila. Bagaimana bisa mebobol bukit sepanjang 2 kilometer hanya dengan sebuah cangkul dan balincong. Ada yang bilang bahwa Rozak harus dibawa ke pancuran lalu siang-siang kepalanya diguyur air dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Tapi Rozak cuek bebek saja dengan omelan orang-orang itu. Rozak tak kehilangan semangat, demi ambisinya membobo bukit menembus bebatuan, ia terpaksa menjual kebun dan kerbau warisannya.
Uangnya ia gunakan membeli tambahan peralatan dan membayar upah penduduk yang ikut bekerja. Setelah diketrek sepanjang 200 meter, bukit berbatu itu tembus juga. Belum tuntas, masih tersisa sepanjang 1 km lagi.
Rozak kepalang tangguang, ia terus berkerja meski bukan pekerjaan ringan. Bukit berbatu itu terus dikorek dicangkul, dilubangi dengan peralatan ala kadarnya dibantu beberapa pegawai lainnya.
Dan bersyukurlah mereka, karena tahun "proyek ambisius" asal Abdul Rozak itu pada1967 rampung. Hasilnyta, air daru kali Cipamugaran mengalir deras ke hamparan ratusan hektare sawah-sawah warga dan miliknya. Air irigasi 'made ini Rixak' ini benar-benar mengalir sampai jauh ke hilir bukit.
Tentang mimpi saya semalam, ujug-ujug bertemu Abdul Rozak heran juga. Pahlaean lingkungan ini tampak w ajahnya tersenyum sinis. Dia bertanya, katanya mengapa irigasi Cipamugaran dibiarkan rusak dan tak berfungsi?. Kemana bupati dan menteri yang dijuluki bapak infrastruktur (Basuki Hadimulono) yang katanya punya peralatan canggih, kok kalah sama cangkul dan balincong?
Waduh sayang saya keburu bangun dan Rozak telah pergi entah kemana. Namanya juga mimpi, datang tak diundang pergi tanpa permisi.**