Tasikmalaya Memang Benar-Benar Kota Santri

Foto : Istimewa
Hari Santri di Tasikmalaya 22 Oktober 2016, puluhan ribu santri padati Pusat Kota Tasikmalaya.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
TANGGAL 22 Oktober 2016 saya berada di kota Tasikmalaya.. Waktu itu dari depan Masjid Agung (Taman Kota) berniat mau pergi ke Manonjaya. Namun masya Allah baru nyampe Alun-aluh sudah terjebak macet. Kendaraan nyaris tidak bisa bergerak.
Antrean massa sudah mulai menyumbat dari situ. Hari itu memang hari besar. Meski bukan hari libur. Setahun yang lalu, Presiden Joko Widodo (iJokowi) telah menetapkan tanggal 22 Oktober adalah Hari Santri Nasional dan mulai diperingati tanggal 22 Oktober 2015. Kepresnya juga antik,nomor 22 tahun 2015.
Itu kepres politis. Janji kampanye . Memenuhi permintaan publik terutama kalangan Islam dan pondok pesantrenm Jokowi menjanjikan akan memberikan kompensasi dan penghormatan kepada para santri dan kiyai.
Dan itu yang terjadi. Baru setahun ia berkuasa janji Itu dipenuhinya. Penetapan (kepres) tentang Hari Santri Nasional ( HPN).
Sambutanya Luar biasa. Mata dan kepala saya menjadi saksi mati. Akibatnya saya puter balik tak jadi berangkat ke Manonjaya.
Sebenarnya banyak janji kampanye yang cuma omo hanya omko alias omong kosong.Salah satunya mau membangun tol laut. Rocky Gerung bilang Jokowi memang presiden dungu. Kalau mau bangun tol laut seharusnya dia punya tongkat Nabi Musa, sekali pukul Laut (Merah) terbelah,
Dan hari itu di kawasan Alun-alun itu semakin siang kepadatan menjadi-jadi. Rombongan santri yang pakaoe mobil bak, sepeda motor bahkan truk makin berdatangan. Solawat nabi dan solawat badar (untuk menghormati para syuhada yang gugur dlm perang Badar) terdengar bergemuruh.
Akibatnya saya putar balik, tidak jadi ke Manonjaya. Lalu berganti arah menuju Tasikmalaya Selatan bertemu teman-teman pejuang kabupaten Tasela.
Selamat Hari Santri Nasional buat seluruh santri dan kiyai. Tasikmalaya memang kota santri dan kota islami.**