Ikhwal Bernama Ijazah

Ilustrasi
Ilustrasi wisuda dan ijazah.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
DIBERITAKAN, Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menemukan bukti atau dokumen yang meyakinkan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma setara SLTA/SMA.
Bukan Ijazah
Hampir seluruh negara di dunia menerbitkan dokumen resmi sejenis kertas sertifikat kelulusan jenjang pendidikan formal. Cuma beda istilah dan formatnya saja. Alias tidak bernama ijazah yang selama ini dikenal di Indonesia.
Di Eropa, bukti resmi kelulusan pendidikan formal disebut Diploma atau Degree Certificate. Bukti fisik telah menyelesaikan pendidikan dilengkapi dokumen pelengkap standar yang disebut Diploma Supplement (DS).
Di Amerika Serikat hampir serupa. Bukti kelulusan pendidikan formal disebut Diploma dan Degree. Diploma untuk tingkat sekolah menengah atas (High School Diploma) atau program vokasi jangka pendek.
Sedangkan Degree untuk jenjang pendidikan tinggi. Bukti fisiknya sering disebut Degree Certificate yang akan disertai transcript (academic transcript) selama masa studi.
Bernama Getuigschrift
Bahkan secara historis, kata ijazah juga tidak ditemukan selama era kolonial Belanda. Sertifikat kelulusan dalam administrasi resmi pra kemerdekaan Indonesia itu disebut Getuigschrift yakni selembar kertas keterangan yang menyatakan seseorang telah menyelesaikan jenjang pendidikan.
Pengaruh Pendidikan Islam Klasik
Sedangkan penggunakan kata ijazah sebagai dokumen bukti kelulusan di seluruh jenjang pendidikan resmi di mulai sejak era kemerdekaan Indonesia.
Secara histori kata ijazah yang dikenal hingga sekarang asal-usulnya dipengaruhi pendidikan Islam klasik yang berkembang di Tanah Air sebelumnya.
Transmisi Keilmuan
Kata ijazah asal-usulnya dari bahasa Arab ajaaza-yujiizu ( – ) yang berarti lisensi.
Lisensi dimaksud bukan selembar kertas tanda kelulusan administratif. Tetapi sebatas transmisi keilmuan keagamaan dari seorang ulama kepada santrinya.
Dalam tradisi Islam klasik, ijazah menjadi jaminan autentisitas sanad yakni mata rantai tanpa putus keaslian ajaran agama yang bersifat personal tetapi keabsahannya bersandar penuh pada reputasi ilmiah. Bukan selembar kertas.**