Ketika Wartawan Harus Pidato, Siapa yang Bikin Berita?

Dedi Asikin
Dedi Asikin
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
SUATU hari pada tahun 2016 saya diundang Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Cimahi.
Dalam undangan disebutkan jabatan saya sebagai Pemimpin Redaksi Tabloid
Mingguan Deras. Jadi saya pikir datang kesana sebagai wartawan.
Ada beberapa wartawan Deras yang saya ajak serta yakni, Eris Untsra (alm). Yanto Supriyanto. Mohammad Iskandar dan Eka Purwanto.
Madrasah yang dulunya swasta kemudian menjadi negeri itu berlokasi di Leuwigajah Kota Cimahi, bangunannya sudah fefresentatif, memiliki 24 ruang satu di antaranya bertingkat. Ada 23 ruang belajar dan satu ruang digunakan sebagai ruang kepala sekolah/ madrasah, ruang guru dan perpustakaan.
Dalam rangkaian acara tersebut saya kaget ternyata saya diminta untuk memberi sambutan. Diluar dugaan sama sekali. Dengan perasaan berat. setelah menyampaikan salam saya bicara begini
Yang terhormat Bapak Kamad (kepala madrasah) dan para hadirin, wartawan itu tugasnya mendengar orang pidato, dan menulis berita. Nah kalau sekarang wartawan diminta pidato, lantas siapa yang bikin berita. Tak disangka ucapan itu disambut gerrr... ketawa hadirin termasuk Pak Kamad, Drs. Nendi Supendi, M.Pd.
Dagang bala-bala
Buku saya berjudul Jelajah Madrasah telah terbit tahun 201.7 Ada sedikit lagi yang lucu. Saya menemui Kepala Kantor Wilayah Kementerian agama Jawa Barat Drs. H . Ahmad Bukhori, M,M., (sekarang Kepala biro Keuangan UIN Walisongo Semarang), mau mengucapkan terima kasih atas kata pengantar dalam buku itu.
Saya bercanda, "Pak saya ini kaya dagang bala-bala saja"
"Emang kenapa?" jawabnya.
"Saya ke pasar sendiri, beli terigu, toge, kol dan kubis. Lalu dimasak sendiri. Sesudah itu saya suhun (gendong) sendiri untuk dijual,".
Sambil ketawa ngakak dia bilang, "Enggaklah buku Itu perlu untuk perpustakaan madrasah.
Memang buku Itu tidak saya jual di toko lewat Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) tapi langsung ke madrasah-madrasah. Lumayan, berkat kata pengantar dari Kakanwil Kemenag Jabar itu, ada sekitar 5.000 buku terjual, cash and put.**