Makar Ora Makar Sing Penting Mangan

foto

Foto : Istimewa

Ilustrasi rakyat kecil, yang penting bisa makan.

Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)

ADA makar atau tidak ada makar, bagi rakyat kebanyakan sebagai hal biasa. Tidak ngaruh. Tapi kalau tidak bisa makan, baru luar biasa.

Pernyataan yang jenaka ini diplesetkan dari ungkapan bahasa Jawa "mangan ora mangan sing penting kumpul" artinya makan tidak makan yang penting berkumpul.

Jurang Tetap Menganga

Ungkapan canda ini untuk menggambarkan apa yang terjadi di kalangan elite politik di Jakarta yang tidak mengubah keadaan.

Jurang antara isu politik elite dengan realitas hidup sehari-golongan rakyat kecil tetap menganga.

Manuver politik, kegaduhan kekuasaan, atau isu makar di tingkat atas dan istana sering kali tidak mengubah beban hidup rakyat sehari-hari.

Rakyat harus tetap melakukan sesuatu untuk mengatasi kesulitan ekonomi, setidaknya untuk makan.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Jangan Lengah, Tren Pecah Kaca Mobil Marak di Bandung
Kasus Penyadapan: "Perang Dingin" Antara Kerajaan Surakarta dengan Kertanegara
Skandal Wabup Sumedang, Keberanian Parlemen Diuji Fungsi dan Hak Konstitusionalnya
Sensasi Bandung: Cerah Tapi Menyengat!
Listyo Sigit, Riwayatmu Kini