Para Korban Pesta Rakyat di Garut Umumnya Berdesakan dan Terinjak-Injak Saat Antre Makanan Gratis

Istimewa
Syifa Fauziah, remaja korban tragedi pesta rakyat di Garut dijenguk Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan
GARUT, KejakimpolNews.com - Kegiatan pesta rakyat yang merupakan bagian dari rangkaian pernikahan Wabup Garut, Putri Karlina dan Maula Akbar, putra Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, Jumat (18/7/2025) masih menyisakan duka mendalam.
Hingga Minggu (20/7/2025) tercatat sebanyak 30 orang menjadi korban, 3 orang di antaranya meninggal dunia, 5 orang masih dirawat intensif di rumah sakit, dan 22 lainnya menjalani rawat jalan di berbagai fasilitas kesehatan.
Para korban korban umumnya pingsan, terinjak dan luka saat berdesakan mengantre makanan gratis di Pendopo Garut.
Seperti yang diungkapkan tiga korban yang saat ini masih dalam perawatan intensif di RS dr. Slamet Garut yang dijenguk Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiwan.
Mereka adalah Syifa Fauziah (17) warga Kampung Genteng RT 02 RW 16, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Syifa mengalami luka akibat luka yang dialaminya setelah terjatuh dan terdesak.
Korban kedua, Tasya Aulia (16) pelajar SMA warga Kampung Negla RT 01 RW 06, Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Saat ini Tasya masih dirawat intensif di rumah sakit akibat sesak napas dan kelelahan setelah terjebak dalam kerumunan massa yang padat.
Sementara korban ketiga, Onyas Herti (52 ) warga Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut.
Kepada Kapolda Jabar saat dijenguk baik, korban atau pun keluarga mengaku berdesakan saat antre makanan gratis, apalagi saat datang Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Sementara korban lainnya Syifa Fauziah mengakui, saat kejadian tersebut dirinya bersama keluarganya berdesakan dan mengantre makanan gratis sekitar pukul 14.00 WIB.
Pada saat yang bersamaan, kata Syifa, Gubernur Jabar hadir di lokasi, yang kemudian memicu antusiasme masyarakat untuk mendekat dan bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi.
Lonjakan massa yang tidak terkendali menyebabkan kericuhan. Dalam situasi yang penuh desakan itu, Syifa terpisah dari keluarganya dan terjatuh dan segera ditolong dan dibawa ke RS dr. Slamet.
Hal serupa dialami Tasya Aulia (16), pelajar SMA (16). Saat ini Tasya masih dirawat intensif di rumah sakit akibat sesak napas dan kelelahan setelah terjebak dalam kerumunan massa yang padat.
"Insiden terjadi saat Tasya berusaha masuk ke area Pendopo untuk mengantre makanan gratis dan berharap bisa bertemu secara langsung dengan Gubernur Jabar," kata keluarga Tasya.
Namun, antusiasme masyarakat yang begitu tinggi membuat akses masuk ke Pendopo menjadi sangat padat. Tasya pun terjebak di tengah pintu selama lebih dari satu jam, tidak bisa maju maupun mundur karena desakan massa dari berbagai arah.
Melihat kondisi tersebut, petugas segera mengevakuasi Tasya yang terjatuh dan terinjak dibawa ke RS dr. Slamet.
Sementara korban Onyas Herti (52) dengan nada harus menceritakan ke Kapolda Jabar bagaimana peristiwa tersebut terjadi dan dampak yang dialaminya hingga harus mendapatkan perawatan medis.
"Di pintu masuk pendopo saya terjebak dan terdesak kerumunan massa serta pingsan. Saya mau antre makanan gratis dan mau ketemu langsung dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM)," tutur Onyas Herti.
Sementara Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, menjenguk ke sejumlah korban tragedi pesta rakyat di Garut merupakan bentuk empati dan kepedulian.
Kapolda Jabar mengatakan, Polda Jabar memastikan proses pemulihan pasien berjalan dengan baik serta menegaskan komitmen Polri dalam memberikan perhatian serius terhadap warga yang membutuhkan.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian. Semoga para korban segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala” ujar Kapolda Jabar, Minggu (20/7/2025).**
Author: Yayan Sofyan
Editor: Yayan Sofyan
