Sayembara Rp250 Juta dari KDM Terkait Kasus Taufik untuk Korban Yuvita, Hotman Paris Kumpulkan Rp2 M

Foto : Istimewa
Dadang Ahyar Ismail mantan atasan tersangka Taufik Hidayat (kiri), Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM (kanan)
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi ataiu akrab dipanggil KDM (Kang Dedi Mulyadi) akhirnya buka suara terkait sayembara Rp250 juta bagi siapa saja yang menunjukkan keberadaan Taufik Hidayat (32), pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki (29) selama 3 tahun.
KDM pun memastikan, sayembara berhadiah Rp250 juta bagi siapa yang menemukan Taufik Hidayat telah berakhir pasca-Taufip berhasil ditangkap oleh Polda Jabar.
Menurut orang nomor 1 di Jabar ini, hadiah yang sebelumnya dijanjikan bagi pihak yang berhasil menemukan pelaku, tidak jadi diberikan kepada individu.
Atas koordinasi dengan Kapolda Jabar, kata KDM di akun pribadinya, dana sayembara Rp 250 juta tersebut akan diserahkan keoada Yuvita, korban penyekapan untuk membantu pengobatan melalui keluarganya.
"Rp250 juta sayembara tersebut tak ada lagi karena Taufik pelakunya sudah ditangkap Polda Jabar," ujar KDM.
Dikatakan KDM, dana Rp 250 juta diserahkan ke keluarga Yuvita setelah berkomunikasi dengan Kapolda Jabar.
"Dari hasil koordinasi tersebut, Rp250 juta disepakati untuk diserahkan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan Yuvita," ungkap KDM
KDM pun mengungkap, Rp 250 juta tersebut akan ditempatkan dalam bentuk sertifikat deposito Bank BJB. Penyerahan secara simbolis, sambung KDM direncanakan pada 1 Juli 2026 memdatang bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
"Sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar, bahkan Kapolda Jabat menyarankan Rp250 juta tersebut diserahkan kepada keluarga korban," ujarnya.
Rp 250 juta tersebut, lanjut KDM, penyerahannya dalam bentuk sertifikat deposito.
KDM menambahkan, langkah ini berharap bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi korban dan keluarganya setelah pasca peristiwa penyekapan dan penganiayaan berat yang menyita perhatian publik.
KDM pun tak lupa menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jabar yang dinilai bergerak cepat dalam mengungkap dan menangkap pelaku.
"Terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Jabar yang telah bekerja keras dan menangkap Taufik, terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita dengan cepat,"ujarnya
Peran Dadang
Sementara itu Dadang Ahyar Ismail (53) mantan atasan tersangka Taufik Hidayat lewat instagramnya turut berperan dalam proses penyerahan diri tersangka penganiayaan Taufik Hidayat kepada pihak kepolisian.
Dadang yang membujuk buronan Taufik Hidayat agar menyerah kepada polisi mengaku mengetahui adanya informasi hadiah sebesar Rp250 juta bagi pihak yang membantu pengungkapan kasus tersebut.
Meski demikian, Dadang menegaskan dirinya tidak berharap imbalan apa pun. Ia justru berharap dana tersebut dapat dialihkan untuk membantu pemulihan dan kebutuhan korban yang terdampak dalam kasus tersebut.
Sikap Dadang menuai apresiasi dari banyak pihak karena dinilai lebih mengutamakan kepentingan korban dibandingkan keuntungan pribadi. Ia menyebut keterlibatannya semata-mata untuk membantu proses hukum berjalan dengan baik dan memberikan keadilan bagi semua pihak.
Di hadapan KDM Dadang menyarankan dana sayembara Rp250 juta diserahkan kepada korban. Hal ini ditanggapi positif. Gubernur Jabar ini siap menyerahkan kepada keluarga korban dalam bentuk depositi di Bank BJB.
"Lebih baik dalam bentuk depositu untuk bekal nanti setelah sembuh," kata KDM dalam akun pribadinya di medsos.
Nanti kara KDM, penyerahannya akan dilakukan pada HUT Bhayangkara 1 Juli mendatang. Dan jumlah ini akan bertambah sebab pengusaha John LBF juga menjanjikan akan menyumbang Rp100 juta.
Dengan demikian sumbangan untuk korban terus mengalir. Bahkan Hotman Paris Hutapea, pengacara kondangpun hinga Kamis kemarin mengaku telah menerima sumbangan sekitar Rp2 miliar. Rp 500 juta di antaranya sumbangan dari konglomerat Grup Mayapada.**
Editor: Yayan Sofyan