Gudang Triplek Terbakar Hebat Timbulkan Kepanikan Warga

Foto: Whyr
Terbakar, gudang triplek di RT.08 RW.03 Blok Kaliwon Desa Kaliaren, Kec. Kecamatan, Cilimus, Kuningan, Sabtu (25/7/2026) pukul 10.00 WIB.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Sepuluh unit saung tempat penyimpanan bahan baku triplek atau veneer berukuran 50 meter, sepuluh unit saung berukuran 30 X 40 meter dan tumpukan triplek, terbakar hebat.
Insiden yang memb uat kepanikan waega sekitar ini berlangsung di RT.08 RW.03 Blok Kaliwon Desa Kaliaren, Kec. Kecamatan, Cilimus, Kuningan, Sabtu (25/7/2026) pukul 10.00 WIB.
Menurut keterangan Kepala UPT Damjar Kuningan Andri Arga Kusumah saat pemadaman menjelaskan, kobaran api pertama kali diketahui oleh salah seorang karyawan di saung tempat penyimpanan bahan baku triplek tersebut.
Berkat gerak cepat (gercep) petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan, kobaran api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan dalam waktu 45 menit.
Komandan Regu Damkar Kabupaten Kuningan, Dayat Hidayat, menjelaskan, objek yang hangus terbakar merupakan tumpukan lembaran veneer serta sejumlah bangunan saung penyimpanan milik perusahaan tersebut.
"Yang terbakar adalah tumpukan veneer atau bahan baku pembuatan triplek yang sudah berbentuk lembaran, beserta bangunan saung penyimpanannya," ungkap Dayat.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala tidak ringan. Angin yang bertiup cukup kencang memperlebar jangkauan api, sementara lokasi sumber air bersih relatif jauh dari titik kejadian sehingga memperlambat penanganan awal.
"Kesulitan utamanya berasal dari tiupan angin kencang dan akses sumber air yang cukup jauh, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan api menjadi lebih lama," tambahnya.
Berdasarkan penyelidikan awal di lokasi, titik api diduga bermula dari area selatan lokasi penyimpanan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu percikan api dari pembakaran limbah kupasan kayu di area pembuangan sampah perusahaan. Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kerugian materi mencspai Rp 117 juta, namun dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penyelidikan lebih lanjut masih kami lakukan untuk memastikan penyebab pastinya," tegas Dayat.
Sementara itu, Camat Cilimus Ade Bunyamin, mengimbau seluruh lapisan masyarakat maupun pelaku usaha di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra memasuki musim kemarau disertai angin kencang seperti saat ini.
Ia mengingatkan agar aktivitas pembakaran limbah atau sampah diawasi hingga api benar-benar padam dan tidak ada bara yang tersisa. Selain itu, pengecekan instalasi listrik secara berkala juga perlu dilakukan guna mencegah risiko korsleting.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman
