Duh... 95 Jamaah Umrah Asal Kuningan Gagal Terbang dan Terdampar di Bandara Soekarno Hatta

Foto: Whyr
Sebanyak 95 jamaah umrah asal Kuningan terdampar di Bandara Soekarno Hatta
TANGGERANG, KejakimpolNews.com -- Sebanyak 95 jemaah umrah dari total 124 jamaah umrah asal Kabupaten Kuningan, yang dijadwalkan berangkat ternyata gagal terbang. Mereka terdampar di Bandara Soekarno-Hatta Tanggerang, sejak Jumat (31/7/2026).
Menurut keterangan pihak travel, 29 orang jamaah lainnya berhasil take off menggunakan pesawat Garuda Indonesia Air (GIA) karena Visa mereka terbit lebih awal.
Terkait terdamparnya 95 jamaah umrah kata pihak travel, kendala administrasi visa yang tidak sinkron dengan jadwal keberangkatan pesawat. Sementara itu, para jemaah didominasi oleh jamaah lansia.
Rombongan tiba di bandara sejak Jumat sore pukul 17.52 WIB. Namun, hingga jadwal keberangkatan pukul 21.00 WIB, dokumen visa belum juga rampung. Akibatnya, koper jemaah terpaksa diturunkan kembali dari pesawat. Meski visa akhirnya terbit pada pukul 22.00 WIB, sedangkan pesawat dilaporkan sudah lepas landas.
Menyikapi gagalnya 95 jamaah umrah ke Tanah Suci Mekkah, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar., langsung turun tangan memastikan hak-hak jemaah tetap terpenuhi.
Melalui sambungan video call pada Minggu (2/8/2026), Bupati Dian berdialog langsung dengan perwakilan keluarga jemaah, pihak biro travel penyelenggara, serta Kepala Kantor Haji dan Umrah Kemenag Kuningan.
Sementara itu, 95 jemaah lainnya yang dijadwalkan terbang dengan Saudia Airlines pada Jumat (31/7) malam pukul 21.40 WIB terpaksa tertunda. Pihak travel menyebut terjadi gangguan teknis pada sistem penerbitan visa di Arab Saudi.
Disebutkan bahwa,visa baru terbit sekitar pukul 22.00 WIB, atau setelah jadwal keberangkatan pesawat. Hingga praktis maskapai tidak dapat menunda penerbangan,” ungkap perwakilan travel dalam dialog tersebut.
Akibat penundaan keberangkatan itu, sebagian jemaah memilih kembali ke Kuningan untuk beristirahat, sementara sebagian lain tetap bertahan di Jakarta menunggu kepastian jadwal baru.
Dalam hal ini, Bupati Dian mendesak pihak travel dapat memberikan kepastian, bukan janji, tegasnya. Atas desakan Bupati Dian, pihak travel akhirnya menyanggupi akan menjawab ulang keberangkatan seluruh jemaah secara bertahap dalam dua gelombang.
Pemberangkatan ditargetkan rampung paling lambat 5 Agustus 2026. Sistem gelombang terpaksa dilakukan karena keterbatasan kursi penerbangan di awal Agustus, terang pihak travel.
Terpisah, Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauzi, mengungkapkan, Kementerian Agama RI telah turun tangan. Kasubdit Pembinaan Umrah Kemenag RI ikut membantu penyelesaian masalah ini, termasuk menawarkan bantuan pengadaan tiket untuk percepatan.
Ia mengimbau biro travel untuk terus membangun komunikasi terbuka dan persuasif kepada jemaah dan keluarga agar situasi tetap kondusif.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman
