Pemohon Paspor ke Layanan Imigrasi Tak Hanya Umrah dan Liburan, Atlet dan Bobotoh Juga Antre

Foto: Humas Pemkot Bandung.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung sedang melayani pemohon paspor.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Paspor tidak lagi identik hanya dengan kebutuhan umrah, haji, atau liburan ke luar negeri. Di Kota Bandung, meningkatnya aktivitas olahraga internasional turut mendorong tingginya permohonan paspor, baik dari atlet muda maupun suporter sepak bola yang ingin mendukung tim kebanggaannya di luar negeri.
Fenomena tersebut terlihat di layanan imigrasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung. Setiap kali jadwal pelayanan dibuka, kuota antrean pembuatan paspor selalu habis terisi.
Tingginya minat masyarakat menunjukkan semakin banyak warga Bandung yang terhubung dengan berbagai aktivitas global, mulai dari wisata, ibadah, pendidikan hingga olahraga.
Ketua Tim MPP Kota Bandung, Dicky Surya, mengatakan mayoritas pemohon paspor memang masih didominasi kebutuhan wisata dan ibadah. Namun dalam beberapa waktu terakhir, muncul tren baru dari kalangan pelaku dan pecinta olahraga.
“Kalau di MPP, alhamdulillah antreannya selalu sold out terus,” ujar Dicky, Senin lalu.
Menurutnya, meningkatnya agenda olahraga internasional membuat kebutuhan dokumen perjalanan juga ikut bertambah. Tidak sedikit warga yang mengurus paspor sebagai persiapan mengikuti kompetisi di luar negeri maupun mendukung tim favorit mereka secara langsung.
Hal serupa disampaikan Petugas Imigrasi MPP Kota Bandung, Dudi Saprial. Ia mengungkapkan antusiasme warga terhadap pertandingan internasional turut berdampak pada peningkatan permohonan paspor.
“Kalau ada event-event olahraga, terutama pertandingan Persib di luar negeri, biasanya banyak suporter yang mengurus paspor untuk berangkat mendukung tim kesayangannya. Animonya memang tinggi,” kata Dudi.
Selain suporter, kalangan atlet muda juga menjadi pemohon yang cukup aktif. Salah satunya datang dari Bandung Legend yang tengah mempersiapkan keberangkatan timnya ke Jepang untuk mengikuti kompetisi internasional.
Head Coach Bandung Legend, Asep Mulyadi, mengatakan pihaknya sedang mengurus paspor bagi 16 pemain dan lima ofisial sebagai bagian dari persiapan mengikuti ajang lanjutan Liga Agung Podomoro (APL).
“Kami membuat paspor untuk persiapan ke Jepang. Bandung Legend mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional tersebut,” ujarnya.
Kompetisi itu akan mempertemukan sekitar 50 tim dari berbagai negara, termasuk sejumlah akademi sepak bola kelas dunia. Keikutsertaan Bandung Legend menjadi salah satu bukti semakin terbukanya kesempatan bagi talenta muda Kota Bandung untuk tampil di panggung internasional.
Asep mengaku proses pengurusan paspor di MPP Kota Bandung berjalan lancar. Menurutnya, pelayanan yang cepat dan ramah sangat membantu timnya yang harus mengurus dokumen perjalanan dalam jumlah cukup banyak.
“Pelayanannya luar biasa. Dari pertama masuk langsung disambut dengan ramah dan diarahkan. Prosesnya juga cepat, tidak ribet, tidak menyita waktu. Jadi sangat nyaman bagi masyarakat,” tuturnya.
Layanan paspor di MPP Kota Bandung tersedia setiap hari Selasa dan Kamis dengan kuota 25 pemohon per hari. Masyarakat dapat mengambil antrean melalui aplikasi Gampil sehari sebelum jadwal pelayanan.
Fenomena meningkatnya permohonan paspor dari atlet dan suporter menunjukkan bahwa mobilitas warga Kota Bandung semakin beragam. Tidak hanya untuk kebutuhan ibadah dan rekreasi, tetapi juga untuk mendukung prestasi olahraga serta memperluas pengalaman di tingkat internasional.**
Editor: Sonni Hadi