Ledakan LPG 3 Kg di Mandalajati, Kota Bandung, Bayi Ini Harus Kahilangan Kedua Orang Tuanya

foto

Rendiana Awangga, anggota DPRD Kota Bandung gendong bayi yang orang tuanya meninggal korban ledakan LPG 3 kg

BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Tragis, peristiwa ledakan tabung LPG 3 kilogram di Jalan Sekeeper RT 06/RW 05, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, memakan enam korban. Empat di antaranya meninggal dunia meski sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain menelan korban jiwa, ledakan LPG 3 kg yang terjadi Senin (17/8/2026) lalu sekitar pukul 20.00 WIB ini pun berdampak kerusakan rumah.

Yang lebih memilukan, seorang korban ledakan LPG 3 ini tengah hamil tua. Saat proses kehamilan melalui sesar, sebulan kemudian, ibu yang melahirkan meninggal saat perawatan di rumah sakit akibat luka ledakan LPG dan pascaoperasi sesar.

Sementara itu, Abubakar, Ketua RW 05, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati mengatakan, empat korban meninggal dunia merupakan orang dewasa. Sementara dua korban lainnya masih anak-anak dan hingga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Dua korban meninggal dunia adalah pasangan suami istri Rini (23) dan Ari (23). Sedangkan dua korban lainnya Maryati (51), ibu angkat Rini, dan Dedek (29), tetangga korban,” kata Abubakar, Selasa (15/09/2026).

Keempat korban, kata Abubakar, tidak meninggal dunia dalam waktu bersamaan. Korban terakhir yang meninggal adalah Rini, Senin (14/9/2026), setelah sekitar tiga pekan menjalani perawatan pascaoperasi sesar.

Menurut Abubakar, ketika kejadian ledakan LPG 3 kg, Rini sedang hamil sembilan bulan. Rini kemudian menjalani operasi sesar untuk menyelamatkan bayinya meski mengalami luka akibat ledakan LPG 3 kg. Bayi pun lahir dalam kondisi sehat melalui operasi sesar .

"Ya, Rini saat kejadian tengah hamil sembilan bulan dan menjalani operasisesar. Namun setelah tiga pekan menjalani perawatan, Rini meninggal dunia menyusul suaminya yang terlebih dahulu meninggal akibat luka ledakan LPG 3 kg. Alhamdulillah sang bayi yang yatim piatu ini kini sehat,” ungkap Abubakar.

Sementara, sambung Abubakar, dua korban anak saat masih menjalani perawatan masing-masing berusia enam tahun dan tiga tahun. Anak berusia enam tahun merupakan anak Rini atau kakak bayi yang baru dilahirkan. Sedangkan korban berusia tiga tahun merupakan kerabat Rini.

Dicerirakan Abubakar, ledakan diduga terjadi akibat kebocoran tabung LPG 3 kg saat salah satu anggota keluarga hendak memasak mie instan. Akibat api dan ledakan LPG 3 kg, selain sejumlah penghuni rumah terluka, rumah juga rusak parah.

Saat kejadian, para korban dievakuasi menggunakan ambulans relawan untuk mendapatkan pertolongan medis di RS Hermina Antapani dan RSUD Ujungberung.

Saat ini, duka mendalan kian dirasakan keluarga korban. Seorang bayi yang usianya belum genap satu bulan harus kehilangan kedua orangtuanya selamanya, Rini dan Ari.

Saat ini kondisi bayi ini mendapat perhatian dari anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga. Ari menyebut, Rendiana, wakil rakyat di DPRD Kota Bandung menyatakan kesediaannya untuk membantu menjamin kebutuhan ke depan bayi yatim piatu ini.

Ketika dikonfirmasi, Rendiana Awangga membenarkan komitmennya akan membantu bayi yang ditinggalkan kedua orang tuanya tersebut.

“Saya angkat bayi yatim piatu ini. Semua biaya kebutuhan bayi hingga besar nanti saya yang tanggung jawab,” kata Rendiana.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Diduga Mengantuk, Pemotor Terjun dari Jembatan Flyover By Pass Cicalengka
Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan, KDM Tutup Sementara Gunung-Gunung di Jabar untuk Pendakian
Pabrik PT Natatex di Jalan Bandung-Garut, Kawasan Cimanggung Terbakar, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Kantor Wali Kota Banjar Dilalap Si Jago Merah, Diawali dengan Bunyi Letupan Berulang-Ulang
Dentuman dan Getaran Sabtu Malam di KBB dan Cimahi Kagetkan Warga, BMKG Beri Penjelasan Ilmiah