Cari Muka Cari Aman

Ilustrasi: Pngtree
Ilustrasi cari muka.
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
SPEKULASI publik atau sentimen media sosial seputar dinamika gaya komunikasi politik Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perhatian.
Ia diduga diberhentikan sebagai Menteri Keuangan karena ia tidak cerdas mencari muka. Komunikasi politik Sang "Menteri Koboy" dinilai terlalu blak-blakan.
Gaya Purbaya yang lugas, apa adanya, dan tidak kaku yang membuat pesannya mudah dipahami kemudian mendongkrak popularitas personalnya itu tenyata memicu resistensi dikalangan elit politik Istana.
Fenomena Cari Muka
Fenomena perilaku "carimuka" ini tenyata sudah menjadi budaya yang berakar kuat dalam sistem sosial dan politik di Indonesia.
Dalam konteks sosiologi dan budaya politik Indonesia, fenomena ABS (Asal Bapak Senang) ini bukan sekadar perilaku individu, melainkan produk dari struktur komunal dan hierarki yang panjang.
Manifestasi tindakan penjilatan (sycophancy) sudah baku dalam desain pencitraan politik di negeri ini. Terutama di kalangan oportunis untuk mendapatkan keuntungan pribadi, jabatan, atau rasa aman.
ABS
Budaya "Asal Bapak Senang" (ABS) dimana laporan yang indah dan menyenangkan hati atasan jauh lebih dihargai daripada realitas lapangan yang pahit namun jujur menjadi alasan cari muka semakin subur.
Keputusan terbaik diasumsikan sepenuhnya pada penilaian subjektivitas pimpinan dan pedekatan personal yang lebih tinggi. Bukan pada indikator kinerja objektif (KPI).
Akibatnya, siapapun yang bekerja keras dalam diam akan kalah bersinar ketimbang siapapun yang bisa memikat perhatian atasan atau pemegang kekuasaan.**