Amuk Puting Beliung di Padalarang, KBB Merusak 520 Rumah dan Fasilitas Umum

Foto : Istimewa
Sejumlah rumah warga ambruk diterjang angin puting beliung yang disertai hujan deras di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (26/10/2026) sore.
PADALARANG, KejakimpolNews.com -- Angin puting beliung yang menerjang Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (26/10/2026) sore ternyata telah merusak 520 rumah warga dan sejumlah fasilitas umum.
Hal ini diungkap Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pihaknya melapor, sebanyak 520 rumah warga rusak berat menimpa tiga desa di Kecamatan Padalarang.
Yoga Ali Imbran, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB mengatakan, ratusan rumah yang terdampak tersebar di Desa Padalarang sebanyak 398 unit, Jayamekar 95 unit, dan Desa Kertajaya sebanyak 27 unit.
"Berdasarkan catatan hingga hari ini, total 520 unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung, tersebar di tiga desa yakni Padalarang, Kertajaya, dan Jayamekar,” kata Yoga, kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).
Tingkat kerusakannya, kata Yoga, di Desa Padalarang terdapat 139 rumah rusak ringan, 161 rumah rusak sedang, dan 98 rumah rusak berat. Sementara Desa Jayamekar mencatat 71 rumah rusak ringan dan 24 rumah rusak berat. Sedangkan di Desa Kertajaya, kerusakan meliputi 14 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, serta sembilan rumah rusak ringan.
Selain organisasi warga, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sembilan fasilitas umum. Sebanyak tujuh bangunan berada di Desa Padalarang, sedangkan dua bangunan lainnya terletak di Desa Kertajaya.
Sejumlah fasilitas umum yang tersedia di antaranya masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, serta bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurut
Yoga, proses pendataan dan penilaian kerusakan telah dilakukan sejak Senin (26/10/2026). Hal ini melibatkan BPBD, perangkat desa, kepala dusun, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), pengurus RT dan RW, serta warga di wilayah terdampak.
Selain mencatat kerusakan, petugas gabungan bersama masyarakat juga melakukan pembersihan di lokasi bencana untuk menyingkirkan material bangunan yang roboh akibat angin kencang.
“Petugas gabungan bersama warga masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin,” katanya.
BPBD Kabupaten Bandung Barat mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu berbagai bencana, seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan, banjir, hingga tanah longsor. Diberirakan, kawasan Kompleks Pondok Padalarang Indah (PPI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang hujan deras disertai angiñ puting beliung, Senin (26/10/2026) sore.
Hujan deras disertai angin puting beliung ini, atap Masjid Al Faidzin dan ambruk disapu angin kencang saat cuaca ekstrem.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, atap Masjid Al Faidzin yang berada di wilayah RW 28 Komplek PPI Padalarang mengalami kerusakan struktural yang parah hingga ambruk.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan telah dilakukan penanganan oleh aparat dari dinas terkait. Berdasarkan laporan awal pihak berwenang, tidak ada korban jiwa akibat insiden runtuhnya atap masjid.
Hujan badai dengan intensitas tinggi dan angin kencang terpantau mulai melanda wilayah Padalarang dan di beberapa titik lain di KBB sejak pukul 14.00.
Informasi kejadian tersebut diterima dari seorang warga yang menyaksikan langsung dan sempat merekam detik-detik robohnya atap Masjid Al Faidzin dalam sebuah video.
Akibat kejadian itu, puing-puing atap menimpa pelataran teras dan selasar masjid, yakni area serambi atau lorong yang menjadi jalur penghubung antarbagian bangunan.
Sementara itu, bagian dalam masjid mengalami genangan air akibat kebocoran atap genting. Air hujan masuk melalui bagian atap yang terdampak sehingga membasahi area tempat ibadah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut mengenai total kerugian maupun penanganan kerusakan atap Masjid Al Faidzin pascakejadian.**
Editor: Yayan Sofyan