Massa Mahasiswa "Poros Barisan" Demo di DPRD Jabar Tuntut Pulihkan Indonesia

Massa Mahasiswa yang tergabung dalam "Poros Barisan" saat demo di depan DPRD Jabar
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Setelah peringatan 2 tahun Prabowo-Gribran dan momen Hari Sumpah Pemuda ke-98 kemarin, ratusan mahasiswa kembali menggelar demo, Kamis (29/10/2026).
Kali ini, ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung yang tergabung dalam "Poros Barisan" demo di depan Gedung DPRD Jabar dengan tuntutan "Pulihkan Indonesia".
Massa mahasiswa ini mulai berdatangan ke lokasi demo pukul 15.20 WIB. Mereka muncul dari arah jalan Diponegoro dan Trunojoyo. Perwakilan mahasiswa seperti Unpas, Uninus, Unla, Unjani, UPI, dan Polban bergantian berorasi di tengah kerumunan massa.
Para mahasiswa memadati area depan gedung DPRD Jabar dengan membawa poster dan membentangkan spanduk berisi sejumlah tuntutan.
Muamar Basir, Presiden Mahasiswa Unpas mengatakan, demo hari ini, mahasiswa menuntut pemerintah menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan saat aksi sebelumnya.
Menurut Muamar Basir, pihaknya mendesak pemerintah segera memulihkan kondisi Indonesia dari berbagai persoalan, mulai dari bencana alam hingga penegakan hukum. Mereka menilai pemerintah perlu mengambil langkah nyata untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Aksi ini dilandasi keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi bangsa. Kami mendesak pemerintah pusat dan daerah agar melakukan pemulihan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada persoalan tertentu,"ujar Muamar Baasir.
Dalam aksinya, mahasiswa pun menyoroti pentingnya penguatan supremasi sipil dan pemulihan supremasi hukum. Mereka juga mengkritik sejumlah kebijakan dan program pemerintah yang dinilai belum memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat luas.
Muamar Baasir juga menegaskan, pemerintah tidak boleh bersikap pasif ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, pemimpin di tingkat nasional maupun daerah harus hadir dan mengambil tindakan nyata untuk menjawab kebutuhan rakyat.
"Ya, hari ini pemerintah tidak boleh diam. Pemerintah harus bisa berdiri di atas kaki rakyatnya, tak hanya berdiam diri di istana saja," tegasnya.
Saat unjuk rasa tersebut berlangsung dikawal aparat kepolisian. Unjuk rasa berjalan aman dan kondusif serta lali lintas yang sempat tersendat, jelang petang kembali normal.**
Editor: Yayan Sofyan