Sumber Mata Air Cihampelas Cinunuk Dianggap Bermasalah, Harus Dimusyawarahkan

foto

Yayan Sofyan

Sumber mata air Cihampelas Cinunuk di cor oleh PT Kreasi Papan sementara selokannya untuk pertanian nyaris kering

CILEUNYI, KejakimpolNews.com -- Mencuatnya persoalan mata air Cihampelas Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung akhirnya pihak aparat Kantor Kecamatan Cileunyi turun tangan.

Selain telah melakukan peninjauan ke lokasi sumber mata air Cihampelas dan lahan pertanian, juga ada sejumlah temuan di lapangan harus segera ditindaklanjuti dengan musyawarah

"Intinya, sejumlah pihak di antaranya Pemdes Cinunuk, sejumlah Ketua RW, BPD, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung dan PT Kreasi Papan dan pihak terkait harus segera turun tangan melakukan pertemuan," kata Kanit Pol PP Kecamatan Cileunyi, Cucu Suanda, S.Sos," Selasa (3/11/2026).

Menurut Cucu, pertemuan dilakukan untuk bermusyawarah mencari solusi terbaik agar persoalan sumber mata air Cihampelas tidak terus mencuat ke permukaaan.

"Saat kita ke lapangan, selokan disekitar mata air masih ada, hanya terbuang kemana. Ini barangkali sisi mengaturannya sehingga air tak sampai ke lahan pertanian,"ungkap Cucu.

Hanya, kata Cucu, ada beberapa jamban warga kini merana alias tak berfungsi karena tak ada airnya. Selain itu, terlihat sawah dan kolam kini kering dan sudah jadi tegalan.

"Saya tidak tahu persis babaimana MoU antara PDAM Tirta Raharja/PT Kreasi Papan, selaku pengelola sumber mata air Cihampelas dengan warga dulu. Yang pasti, harus dimusyawarahkan, pihak kecamatan hanya memfasilitasi," pungkas Cucu.

Diketahui, krisis air dari sumber mata air Cihampelas, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung kini jadi sorotan banyak pihak.

Pasalnya, krisis air di sumber mata air Cihampelas ini, berdampak kepada masyarakat untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, termasuk kebutuhan para petani untuk mengairi sawah dan kolam.

Sementara sejumlah pihak di antaranya PDAM (Perumda Air Minum Tirta Raharja) Kabupaten Bandung dan PT Kreasi Papan tak henti menyedot sumber mata air Cihampelas untuk "dikomersilkan". Sumber mata air yang berlokasi di Kampung Sukahayu RW 10, Desa Cinunuk ini telah "dikuasi" PDAM Kabupaten Bandung dan PT Kreasi Papan sangat berdampak bagi masyarakat dan petani sekitarnya. Salah satunya ke Kampung Cibolerang RW 09, Desa Cinunuk.

"Warga menilai, seretnya air dari sumber mata air Cihampelas saat ini, penyebabnya bukan debit airnya berkurang dampak kemarau, tapi habis "disedot" PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung dan PT Kreasi Papan," kata Dede Suryana, Ketua RW 09 Kampung Cibolerang, Desa Cinunuk, Minggu (25/10/2025).

Menurut Dede yang berani bersuara dan kritis ini, puluhan tahun tidak ada cerita sumber mata air Cihampelas dikeluhkan warga karena debitnya berkurang. Namun, kata Dede, yang tanah warisannya disekitar sumber mata air dibeli perusahaan dan berani bersuara demi warganya ini, kondisi lingkungannya berubah dratis setelah hadirnya PDAM Tirta Raharha dan PT Kreasi Papan.

Bahkan, sambung Dede, seretnya air dari mata air Cihampelas ini, selain selokan irigasi, kolam-kolam kekeringan dan sawah-sawah jadi tegalan, jamban-jamban merana, keran air untuk warga pun kini sudah tak ada airnya.

"Ini benar-benar krisis. Meski lahan di sekitar mata air sudah dibeli perusahaan, sumber mata air itu milik siapa?. Berharap ini harus jadi perhatian banyak pihak," ungkap Dede.

Dede pun mengungkit perjanjian dulu terkait pengelolaan sumber mata air Cihampelas oleh pihak tak akan merugikan masyarakat dan petani sekitarnya.

"Fakta dan jujur saja, sumber mata air Cihampelas dengan cara di bor dan dipasang coran hingga dinding sumber mata air serta disimpan di bak penampungan ternyata dikomersilkan. Bahkan dijual ke perusahaan air mineral," ujar Dede.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Lebih dari 1.000 Titik Penerangan Jalan Telah Terpasang di Priangan Timur
Rumah Merangkap Warung Milik Nana di Jalan Galunggung Kota Bandung Ludes Dilahap Api
Kasus Keracunan 200 Konsumen di Resto Korea 23 Paskal Masih Diusut Polrestabes Bandung
Ormas Islam Jabar Bahas Isu Haramain, Serukan Tabayun dan Diplomasi
ACL Two 2026/27, Persib Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan Lawan The Cong Viettel FC Malam Ini