Senandung Bandung Tempo Dulu (Bagian 2)

Yayan Sofyan
Inilah kolong flyover Kiaracondong di perlintasan KA, padat dan semrawut.
Oleh HARI SINASTRIO
(Pemerhati Sejarah Bandung)
SEIRING berjalannya waktu, Kebon Jayanti (lebih tepatnya Kelurahan Kebon Jayanti) Kiaracondong, kian semrawut, pasar Kiaracondong, sudah berganti ganti Wali Kota, tiidak pernah direvitalisasi (renovasi).
Saya pernah beraudensi dengan almarhum kang Oded di Nyland kediaman dinas beliau tentang keadaan pasar Kiaracondong, yang makin kumuh tapi sampai beliau meninggal, pasar Kiaracondong tak kunjung direnovasi. Padahal sesuai rencana Pasar Kiaracondong akan direnovasi pada tahun 2017 dan berganti Wali Kota. angger keneh teu robah-robah
Kalau pagi kian semrawut orang jualan sampai memakai badan jalan. Padahal didalam pasar banyak jongko yang kosong melompong. Macet. Sudah pasti. Duka iraha ditatana. Nungguan saya jadi walikota kitu?. Hehe.
Fly Over Kiaracondong (Jalan Layang) yang dibangun pada tahun 2004, yang sejatinya mengatasi macetnya jalan Kiaracondong seakan tidak berarti.
Orang pasti moal menyangka, yang sekarang jadi Kantor Polsek Kiaracondong, dulunya adalah bioskop misbar (gerimis bubar) namanya bioskop Setia. Sekira tahun 1970 an kala saya masih SD, saya sering diajak nonton kakak. Betapa indahnya kala itu, menonton sambil disaksikan bintang-bintang di langit, pas hujan langsung bubar pada minggir berteduh. Hehe..
Film yang diputar saat itu saya masih ingat film "Si Bongkok" yang dibintangi Sophan Sophian dan Widyawati, adalagi film perjuangan "Mereka Kembali" yang dibintangi Sandy Suwardi. Film "Bambu Kuning" dan "Si Buta dari Gua Hantu" dengan Ratno Timoer. Ada lagi film koboy yang dibintangi aktor legendaris John Wayne. Kunaon apal, da dari kecil sampai sekarang saya mah jurig lalajo, maniak nonton.
Tahukah para saderek. tempat pembuangan sampah ( TPS) di pasar Kiaracondong yang sampahnya nambru setiap saat, itu dulunya Kantor Polisi sebelum dipindah ke lokasi yang dulunya Bioskop Setia.
Ada lagi Toko Badak dan Banteng, yang dulunya toko paling komplet menjual makanan dan minuman. Kalau mau belanja makanan atau minuman yang komplet ya ke toko Badak dan Banteng. disana mah dijual dari minuman sajadah (halal) sampai minuman haram jadah (haram).
Merk-merk penikmat "cai kawani" kala itu sangat hapal apa itu minuman Mension, Whisky, Brandy. Dulu orang mabuk ya mabuk. Tidak seperti sekarang sudah mabuk belagu lagi. Sekarang hanya tinggal kenangan. Tokonya mah masih ada tapi sudah mendekati bangkrut. Kalau tidak salah sempat juga jadi toko jualan togel, kala Judi alias judi buntut tidak dilarang pemerintah. Toko itu tertutup oleh PKL. Saya juga tidak tahu gimana ceritanya sepanjang jalan Kiaracondong sebelah kiri sekarang hampir semua tertutup PKL.
Ada lagi toko foto yang supercanggih yaitu toko "Chen". Kalau butuh pas foto kualitas bagus pasti ke Toko Chen da euweuh deui. Ada toko obat komplet namanya "Sido Waras". Ada juga grosir satu satunya di Kebon Jayanti namanya "Berkat".
Orang sekarang tidak tahu, di belakang kantor Polsek Kiaracondong, sekarang tempat penyimpanan bangku dan tempat magot dulunya tempat pemotongan hewan. Orang dulu menyebutnya "Jagal".
Saking menjiwainya. Ketika saya mengadakan Festival Rock Se-Jawa Barat tahun 1990. Anak- anak Kebon Jayanti mengirimkan grup band yang bernama ' Zagal Metal". Kalau tidak salah menjadi juara harapan 1. Kebetulan yang jadi Ketua panitianya " Pribados". Dulu pak Oman ( Ketua RT.03) pak DKM, Bendahara RW termasuk jajaran Panitia. Sekarang di daerah bahu membahu jadi pengurus RW dan RT. Boleh dikatakan disamping anak kolong saya juga anak Rock ( tapi itu dulu. Hehe )
Ada lagi di seberang toko buku pelajaran yang cukup komplet namanya toko buku "Liberty". Dulu memang buku pelajaran dipakai turun temurun. Beda dengan sekarang buku pelajaran dipakai sekali buang. Jangan harap buku pelajaran bisa dipakai tahun berikutnya. Tahun berikutnya iya pasti beda lagi. Kurikulum merdeka tea atuh. Hehe..
Ada lagi toko Mugi Laris yang terkenal dengan toko yang menjual kebutuhan orang yang meninggal.
Saya sebagai pituin Kebon Jayanti. Menjadi saksi sejarah tumbuh kembangnya Kebon Jayanti.
Dulu Stasiun Kiaracondong yang legendaris, kalau menurut sejarah dibuat pada jaman Belanda tahun 1894. Ada lapangan luas yang dinamakan "Lapang Kebo". Kalau sore hari pasti ramai dengan orang yang maen bola plus maen lalayangan. Komplet. Tentu saja ketika Kereta Api " langsir" kita berhenti dulu maen bola, setelah berlalu baru bermain lagi sampai waktu magrib tiba.
Kenapa disebut lapang Kebo? Karena setiap hujan lapangan dipenuhi kubangan air. Oleh para petani ( dulu belum ada traktor untuk membajak sawah tapi memakai kerbau ). Setiap kerbau (kebo) yang sudah membajak penuh lumpur. Dimandikannya di kubangan air yang ada di lapang. Makanya dinamai "Lapang Kebo". Biasanya kalau maen bola lagi hujan. Saya dan teman teman mandi. Iya dikubangan air itu dengan ditemani kebo kebo.**
Bersambung
