Senandung Bandung Tempo Dulu (Bagian 4)

Foto : Istimewa
Kawasan Babakan Sari Kiaracondong yang duluanya areal persawahan kini dijadikan perumahan, tanahnya dikavling-kavling.
Oleh HARI SINASTRIO
(Pemerhati Sosial)
PADA mulanya nama jalan Babakan Sari adalah Jalan Kebaktian. Karena mayoritas penduduknya disana muslim, maka tokoh agama dan masyarakat disana merasa keberatan memakai nama Kebaktian. Akhirnya jadilah Jalan Babakan Sari. Tapi kadang orang masih saja menyebut Kebaktian. Mungkin sudah terbiasa meureun nya.
Dulunya sekitar tahun 1970 an, Kelurahan Babakan Sari, Babakan Surabaya, Cicaheum, Antapani sampai Gede Bage adalah hamparan sawah yang sangat luas. Sepanjang mata memandang, sawah terbentang nan menghijau.
Saya masih ingat dibelakang bekas Kantor Kecamatan Kiaracondong, Danramil Kiaracondong, Puskesmas ada bendungan sungai Cidurian yang disebut Darmaga. Bendungan itu gunanya tempat mengaliri sawah sekitarnya. Karena dulu sering diajak kakak saya dan teman teman buat mencari ikan diseputaran sawah disana. Sepanjang Kelurahan Babakan Sari, Babakan Surabaya, Cicaheum itu sawah semua. Orang pasti tidak menyangka sekarang malah jadi perumahan padat.
Di antara sawah dan stasiun ada daerah yang disebut Gugunungan. Didaerah perbatasan antara Kelurahan Kebon Jayanti dan Babakan Sari. karena disana daerahnya yang cukup tinggi diantara sawah sawah. Menyerupai gunung makanya disebut Gugunungan.
Dulu waktu SD saya suka main ke atas Gugunungan. Memandang, hamparan sawah yang sangat luas. teu kabayang jigana ku barudak ayeuna mah. Tahunya sekarang Gugunungan daerah padat merayap. Di bawahnya ada perlintasan kereta api. Saya juga tidak tahu kumaha caritana jol jol aya imah paradat we.
Desas desus katanya daerah Gugunungan akan difungsikan kembali menjadi perlintasan kereta api. Kabayang sabaraha ratus imah mungkin rebuan nu bakal ke gusur.**