Acil Bimbo Telah Pergi: Wilujeng Angkat Kang, Namamu Abadi...

foto

Foto : Istimewa

Kang Acil Bimbo

BANDUNG, KejakimpolNews.com - Darmawan Hardjakusumah yang akrab dipanggil Acil Bimbo, telah meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah dirawat beberapa hari.

Pemilik suara berat nan merdu ini pada Senin (1/9) pukul 22.22 WIB mengembuskan napas terakhirnya. Manajer Bimbo Daud Hardjakusumah yang juga masih keluarga Hardjakusumah membenarkan kepergian Acil untuk selamanya ke haribaanNya.

Senin (1/9/2027) malam itu juga katanya, jenazah almarhum telah dibawa ke rumah duka di Jalan Biologi No.4, Cigadung, Bandung, Jawa Barat.

Kepergian si pemilik suara emas ini juga dibenarkan Zara Adhsty yang juga cucunya melalui akun Instagramnya. Zara meminta untuk dibukakan pintu maaf untuk sang kakek.

Acil Bimbo memang dalam setahun ini sedikitnya dua kali dirawat. Pertama di RS Advent Bandung, namun sembuh, dan belakangan sakit lagi dan dirawat di RSHS.

Menurut Fatir sekaligus keponakan almarhum, pamannya mengidap kanker paru-paru. Pamannya saat ini sedang menjalani pengobatan untuk mengatasi penyakit tersebut.

Personil Bimbo ini lahir pada 20 Agustus 1943 dengan nama lengkap Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah sehari-hari akrab dipanggil Acil atau Kang Acil.

Sejak 1966 bersama saudara saudaranya ia bergabung dalam grup Bimbo dengan sang kakak Sam, dan adik-adiknya, Jaka, dan Iin. Bersama Bimbo, Acil sudah berkarier di dunia musik hingga saat ini. Berbagai genre mereka jalani mulai dari folk, pop, pop rohani, melayu, hingga keroncong.

Ratusan karyanya telah lahir dan melegenda dan masih enak didengar hingga saat ini. Lagu rohani fenomenal yang paling melegenda di antaranya adalah "Sajadah Panjang" yang dibuat pada 1984, liriknya dibuat oleh Taufiq Ismail.

Lagu tersebut hingga kini masih kerap terdengar terutama di layar kaca khususnya di bulan Ramadhan. Acil juga tak hanya pandai dalam menyanyi tetapi ia juga aktivis sosial politik dan lingkungan.

Di antara keluarga Bimbo, Acil merupakan sosok yang paling kritis. Kini si penggemar rambut gondrong itu telah tiada, namun putra wartawan Dajat Hardjakusumah ini kini telah pergi tetapi namanya tetap melegenda. Wilujeng angkat Kang Acil, namamu tetap abadi.**

Editor: Maman Suparman

Bagikan melalui
Berita Lainnya
In Memoriam, Mas Pono yang Bersahaja
Terima "Galunggung Award 2026", Ini yang Ditekankan Kabid Humas Polda Jabar
27 Tahun Jadi Linmas, Warga Terkesan dan Berangkatkan Darno Pergi Umrah
Seniman yang Presiden
Rully Ingin AMS Jadi "Rumah Bersama"