Bupati Kuningan: Ciptakan Masjid Ramah Anak Agar Anak Betah di Masjid

Foto: Whyr
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, saat menghadiri Milad ke-54 Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kab. Kuningan
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Program Masjid Ramah Anak (MRA) merupakan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban melalui pembentukan karakter generasi muda.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, saat menghadiri Milad ke-54 Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kab. Kuningan, sekaligus pengukuhan pengurus DMI masa bakti 2023–2028 dan pengurus Tim Masjid Ramah Anak Kabupaten Kuningan masa bakti 2026–2028, di Taman Klinik Gafari, Lengkong, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Pimpinan Wilayah DMI Jawa Barat, Ketua DMI, jajaran pengurus, tokoh agama, dan sejumlah undangan.
Momentum ini menjadi langkah awal penguatan program Masjid Ramah Anak sebagai salah satu agenda strategis DMI Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan mengingatkan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga dari keberhasilan membentuk karakter masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.
"Melalui Milad ke-54, kita sedang menyiapkan peradaban. Lima puluh tahun ke depan, mungkin yang hadir saat ini sudah tidak ada, tetapi anak-anak yang sekarang masih balita akan menjadi generasi yang menentukan wajah Kabupaten Kuningan. Karena itu, investasi terbaik bukan hanya membangun jalan atau gedung, melainkan membangun akhlak mulia mereka," ujarnya.
Pendidikan formal kata Dian, belum sepenuhnya mampu mengisi ruang pembentukan karakter anak di luar jam sekolah. Karena itu, kehadiran Masjid Ramah Anak dinilai menjadi pelengkap yang mampu menghadirkan lingkungan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Dian mengingatkan, agar masjid menjadi ruang yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak. Sikap keras terhadap anak justru dapat menimbulkan trauma, sehingga mereka enggan datang ke masjid.
“Yang paling penting adalah membuat anak-anak betah berada di masjid. Ketika mereka sudah mencintai masjid, akan jauh lebih mudah membimbing dan membentuk akhlaknya. Jangan sampai anak-anak justru takut datang ke masjid karena sering dimarahi,” tegasnya.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman