KDM Siapkan Rp250 Juta Jika Bisa Menangkap Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Yuvita yang Kini DPO

Foto : Istimewa
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM janjikan Rp250 juta yang bisa menangkap Taufik Hidayat (kiri), Taufik Hidayat dua wajah, aslinya (kanan atas), dan wajah difilter (kanan bawah.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Tersangka Taufik Hidayat (32) alias TH sosoknya semakin viral di media sosial. Tersangka penyekapan dan penganiayaan berat selama tiga tahun terhadap Yuvita Tri Rezeki (29) asal Rancaekek, Kabupaten Bandung hingga cacat dan cedera berat, kini semakin banyak diburu orang.
Bahkan Polda Jabar memasukan Taufik Hidayat ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Kapolda Jabar Irjen.Pol. Rudi Setiawan meminta aparatnya berkerja keras untuk segera menangkap pria yang sehari-harinya bekerja sebagai debt collector ini.
Bahkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadipun langsung turun tangan, tidak hanya memberi bantuan keuangan atas pengobatan dan penyembuhan Yuvita di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, juga membuka sayembara.
Gubernur yang akrab dipanggil KDM (Kang DCedi Mulyadi) ini dalam akun Instagram dan Facebook (FB) buka sayembara, siapapun yang bisa menangkap Taufik Hidayat dan menyerahkannya ke kantor polisi akan diberi hadiah Rp250 Juta dari kantong pribadinya.
Tak hanya KDM yang buka sayembara, di FB juga akun Abenk Marco menjanjikan hadiah sepeda motor bagi siapapun yang mampu menangkap tersangka sadis ini, Syaratnya Tauifik Hidayat harus dipertemukan dengannya.
"Meminta kepada siapapaun juga untuk berpartisipasinya, siapa saja yang menemukan Taufik Hidayat dan menyerahkannya kepada aparat atau menginformasikan kepada aparat tentang keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta sebagai bentuk partisipasi saya agar Taufik Hiadayat segera ditemukan dan dtangkap," tutur KDM dalam FB-nya.
Sebelumnya KDM sendiri telah menjenguk Yuvita di RSHS, namun katanya ia tak tega melihat kondisi perempuan tersebut karena memang lukanya cukup serius. Kepada wartawan KDM menjanjikan akan membayar segala keperluan Yuvita selama pengobatan.
"Saya tanggung biayanya, tak perlu berpikir BPJS. Dan saya yakin polisi takkan lama lagi akan bisa menangkap Taufik Hidayat," kata KDM usai menjenguk Yuvita di RSHS.
Hingga berita ini dituli, Taufik Hidayat yang dikenal sebagai warga Nagreg Kabupaten Bandung itu ketika berita ini ditulis, maish belum tertangkap. Polisi sudah menyebar, tak hanya dari Polda Jabar juga dari Polresta Bandung terus memburu.
Sementara kondisi Vita, sapaan akrab Yuvita, yang tadinya cantik kini mengalami rusak berat dengan luka di sekujur tubuhnya. Ia masih dalam perawatan intensif di RSHS Bandung.
Atas kasus ini. Kakanwil Kemen-HAM Jabar, Hasbullah Fudai dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar turun tangan.
Mereka mendatangi Vita di RSHS Bandung dimana Vita dirawat. Saat mereka melayat Vita kebetulan sedang dijaga oleh Ririn (62), ayahnya.
Kondisi Vita memang sangat tragis. Selain kedua matanya luka, mata kanan infeksi, mulut sobek, 2 gigi atas dan 1 gigi bawah copot, dan badan penuh bekas sundutan rokok, juga kaki kanannya ada luka bekas luka goresan senjata tajam.
Baik Kakanwil KemenHAM dan DP3AKB Jabar ataupun Ririn, ayah Vita berharap, TH, terduga pelakunya penyekapan dan penganiayaan berat ini segera ditangkap.
Ternyata pula semua dokumen kependudukan Vita juga dibawa TH sehingga pembiayaan pengobatan perawatan dan tidak bisa dengan BPJS. Unit DP3KB akan memperjuangkan untuk ditanggung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Saya berharap Vita anak saya bisa sembuh. Terima kasih juga atas dukungan dan perawatan kepada semua pihak serta pelakunya segera tertangkap," tutur Ririn.
Editor: Yayan Sofyan