Isu Skandal Wabup Sumedang, KDM: Perselisihan dan Konflik Ada Hingga Lapor Polda Jabar, Tapi Sudah Clear!

foto

Foto : Istimewa

Dari kiri ke kanan, KDM, Wabup Sumedang didampingi istri, Bupati Sumedang dan Sekpri Wabup Sumedang

SUMEDANG, KejakimpolNews.com -- Terkait isu miring dan dugaan skandal yang menyeret Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Ardila dan YR, sekretaris pribadinya yang dikabarkan jadi korban penganiayaan, pengeroyokan hingga pelecehan seksual akhirnya dijawab Guberbur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM), Senin (14/9/2026).

KDM yang sebelumnya berjanji akan ngobrol dari hati ke hati, bertemu dengan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati (Wabup) Sumedang M. Fajar Aldila dan istrinya Astria Dita Oktavia (Adita Aldila) serta RY, sekpri Wabup Sumedang.

Dalam video yang diterima, KDM terlihat bersama mereka meski tak diketahui tempat pertemuan mereka dimana gerangan.

Menurut KDM, sesuai janji, hari ini ia mengundang mereka untuk mengorek dan ngobrol dari hati-hati ke hati ada apa sebenarnya yang terjadi.

"Memang perselisihan ada, konflik ada hingga YR pun lapor Polda. Tapi semuanya clear alias sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata KDM.

Kejadian tersebut, kata KDM berangkat dari rasa cemburu istri wabup yang tengah hamil khawatir sang suami jatuh hati kepada RY.

Ketika ditanya KDM, YR tak membantah kerap didekati Wabup dengan romantis dan tak membantah juga pernah lapor ke Polda Jabar.

Hanya ketika ditanya KDM bebepa kali, apakah terjadi pelecehan seksual terhadap dirinya, YR membantahnya

"Ya, ini berangkat dari rasa cemburu maklum istri Wabup sedang hamil. Wabup bersalah, ya bersalah tak menjaga perasaan istrinya. Hukuman nanti akan diberikan kepada Wabup Sumedang," ujar KDM.

Telah Direduksi

Sementara itu, mencermati video KDM, Nandang Suherman, pengamat kebijakan publik di Sumedang angkat bicara.

"Setelah dicermati video pertemuan KDM dengan Bupati Sumedang, Wabup Sumedang didampingi istri dan RY, sekpri wabup telah direduksi jadi persoalan cemburu dan manusiawi,"ujar Nandang.

"Ini telah direduksi jadi persoalan cemburu. Jelas tidak akan terungkap kalau "diperiksa oleh para baladna,"tandas Nandang, Senin (14/9/2026).

Menurut Nandang, persoalan ini jangan digeser ke persoalan internal karena telah menyangkut dengan "kepatutan" pejabat yang dibiayai uang rakyat.

"Makanya saya dari awal sudah menolak dengan Demul (KDM) tetlibat. Namun anehnya, hal ini diamini oleh DPRD Sumedang di tengah sorotan kredibitas yang turun,"ungkap Nandang.

"Diketahui juga langkah KDM ini saya kritisi dan tampaknya relevan dengan hasil yang seperti ini. Dengan menunggu hasil KDM sudah bisa diduga akan menjadi urusan personal dan menjadi antiklimaks akhirnya. Apa kabar CCTV?," pungkas Nandang.**

Editor: Yayan Sofyan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Lagi, Warga Berhasil Tangkap 1 Begal Motor di Samping Borma Cinunuk, 1 Temannya Berhasil Kabur
Wali Kota Bandung: Integrasi Layanan Hukum Harus Berujung pada Solusi Nyata bagi Masyarakat
Ketua PC GP Ansor Kecam Aksi Premanisme Terhadap Rois Syuriah MWCNU Cimenyan, Polisi Tetapkan R Tersangka
Kabar Miring Wabup Sumedang Terus Bergulir, Eni Sumarni: Pemimpin Itu Uswatun Hasanah
Misteri Isu Miring Wabup Sumedang, Zenni Bima: Benar Ada Laporan RY, Tapi Pengusutan Terkesan Ngambang