Korban Tewas Diserang Puluhan OTK di Pasar Caringin Bandung Bertambah Menjadi 2 Orang

Foto : Istimewa
Dua korvan tewas di Pasar Induk Caringin, Fikri Ramadhan dan Tisna.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Insiden berdarah diawali dengan penyerangan oleh puluhan kelompok Orang Tak Kenal (OTK) ke Pasar Induk Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Sabtu (24/10) malam polisi masih melakukan penyelidikan. Namun terungkap, korban tewas insiden brutal ini yang sebelumnya 1 orang menjadi berjumlah dua
Diberitakan sebelumnya, peristiwa penyerangan tersebut mengakibatkan seorang pria bernama Fikri Ramadhan atau FR (22) tewas di lokasi kejadian. Dua temannya, Tisna atau T (37) dikabarkan kritis, sedangkan Agus Safari atau AS (34), mengalami luka hingga jarinya putus.
Ternyata, Tisna juga dilaporkan tewas akibat kasus penyerangan brutal tersebut. Hal ini dikatakan Nandang Hidayat (47), ayahanda almahum Fikri Ramadhan saat melihat jasad anaknya di rumah sakit.
"Ya, yang meninggal jadi dua dan yang luka-luka satu," tutur Nandang kepada wartawan di rumah duka, Gang Porib V, Caringin, Kota Bandung, Minggu (25/10/2026).
Menurut Nandang, Fikri, anaknya Ramadhan, tewas karena mengalami luka tusukan parah hingga ke bagian jantungnya. Ini akibat luka sabetan senjata tajam yang dialami di dada dan kaki korban.
Sementara Tisna tewas karena luka di bagian belakang kepalanya. Luka juga terjadi di bagian punggung hingga paha yang diduga akibat bacokan senjata tajam.
Namun Nandang membantah informasi yang beredar yang menyatakan anaknya merupakan tukang parkir di Pasar Caringin. Kedua korban sehari-hari beraktivitas sebagai buruh harian yang biasanya mengangkat meja dagangan pasar tumpah di Blok B-2 Pasar Caringin.
"Anak saya bukan tukang parkir. Tiap pedagang itu dikasih meja sama anak saya. Menyiapkan meja dan bongkar pagi-pagi. Jadi bukan tukang parkir dan bukan tukang pikul serta temannya juga sama kerjanya sama " tuturnya.
Pascakejadian tragis ini, Nandang pun sangat berharap polisi bisa segera menangkap pelakunya. Nandang meminta kasus ini diusut tuntas dan pelakunya bisa dihukum setimpal.
"Saya berharap polisi bisa segera menangkap pelakunya dan dihukum setimpal sesuai perbuatannya," harap Nandang.**
Editor: Yayan Sofyan