Portugal Terjungkal, Gol Morino Pemain Pengganti Bawa Spanyol ke Perempatfinal

Foto : Istimewa/IG
Mikel Merino pemain pengganti pulangkan Portugal lewat golnya.
DALLAS, KejakimpolNews.com -- Timnas Amerika Serikat harus mengubur ambisi naik tangga di Piala Dunia 2026. Menjadi tuan rumah tradisi empat tahunan hajat sepakbola se-jagat, sekaligus mendongkrak prestasi. Menyerah 1-4 (1-2) lawan Belgia.
Kekuatan "the star and strips" sebatas mengulang raihan "16 besar" di Qatar 2022. Seperti prediksi, timnas Belgia menjadi lawan tak seimbang. Hanya Belgia yang pernah ranking-1 FIFA, tanpa pernah menjuarai Piala Dunia. Prestasi terbaiknya, juara 3 Piala Dunia 1986 Meksiko dan 2018 di Rusia.
Timnas AS pernah juara 3 pada edisi perdana 1930 di Uruguay. Namun pada era modern, mencapai perempatfinal di Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korsel.
Sebelumnya, timnas "matador" Spanyol menghentikan rivalitas lawan Portugal. Pemain pengganti, Mikel Morino sebagai gelandang serang menjadi pahlawan kemenangan.
Gol semata wayang tercipta pada jelang akhir pertandingan, menit 90+1. Timnas Spanyol dan Belgia, keduanya dari zona Eropa -- akan saling jegal di babak perempatfinal di Stadion Los Angeles, Sabtu dinihari.
AS vs Belgia
Turun gelanggang di Stadion Seatle pagi tadi, timnas tuanrumah dibuat terpojok. Cukup bekal juara grup-D dengan poin 6 dan menyingkirkan Bosnia Herzegovina 2-0, kali ini tampak pincang.
Ketinggalan 0-1, setelah gol cepat menit-9 oleh gelandang serang De Kotelaere. Menyambut umpan Nicolas. Baru menit-31, penyerang Tillman membalas untuk AS. Tapi baru dua menit skor sama 1-1, Kotelaere kembali cetak gol -- menyambut umpan Trossard. AS ketinggalan 1-2.
Sepanjang babak-II, arena laga menjadi dominasi timnas Belgia. Dua gol berikut tercipta. Menit-57 dari gelandang, Vanaken. Giliran andalan, Rumelu Lukaku menit 90+3 melengkapi kemenangan Belgia 4-1.
Gol Pemain Pengganti
Rivalitas timnas Spanyol dan Portugal berlangsung di Stadion Dallas, Selasa dinihari tadi. Utamanya di kancah Eropa.
Spanyol pernah juara Piala Dunia 2010 Afsel dengan mengalahkan Belanda 1-0. Juga tim pertama yang raih juara untuk tiga turnamen internasional, secara beruntun. Juara Eropa 2008, juara Piala Dunia 2010 tadi dan Eropa 2012.
Sebaliknya, Portugal yang kini diperkuat sang bintang -- Cristiano Ronaldo (CR+7) -- belum pernah mencicipi gelar juara Piala Dunia. Kecuali urutan 3 di Inggris 1996. Tapi juara di Eropa 2016 dan dua kali pada Liga Nasional 2019 dan 2015.
Dari catatan prestasi keduanya, menjadikan laga timnas Spanyol vs Portugal berlangsung seru. Ditandai pertemuan dua bintang yang beda generasi. Lamine Yamal (18) untuk Spanyol dan CR-7 Portugal, keduanya penyerang utama.
Pertandingan dalam rivalitas tinggi, nyaris dalam kebuntuan gol. Diprakirakan bakal berlaku perpanjangan waktu. Timnas Spanyol seperti tak ingin itu terjadi. Terlebih drama adu penalti, yang tak ingin terulang. Spanyol dikalahkan 5-7 (2-2) dalam "adu penalti" di Liga Nasional Eropa 2025 silam.
Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente menarik gelandang serang, Olmo. Hanya pada lima menit akhir waktu normal. Mikel Merino menggantikan. Dari kaki pemain pengganti itu, justru gol tercipta. Gol semata wayang menit 90+1 yang mengantar kemenangan Spanyol 1-0. Timnas Portugal tersingkir, dan menandai akhir karier CR-7 di pentas sepakbola dunia.**
Editor: Imam Wahyudi (iW)