Swiss dan Norwegia Istimewa, Argentina dan Inggris ke Semifinal

Foto: FIFA
Argentina gasak Swiss 3-1 dan melaju ke semfinal menghadapi Inggris yang suikses mengalahkan Norwegia.
KANSAS, KejakimpolNews.com -- Akhirnya, empat timnas terbaik ranking FIFA akan saling berhadapan di babak semifinal. Memperebutkan dua tiket final Piala Dunia 2026. Adalah timnas juara bertahan Argentina, yang menempati ranking satu, Spanyol (2), Prancis (3) dan Inggris (4).
Babak semifinal akan dimainkan Rabu dan Kamis dinihari pekan depan. Diawali duel timnas Spanyol lawan Prancis. Selanjutnya Argentina ditantang Inggris.
"Empat besar" dunia itu melewati fase krusial babak perempatfinal. Paling akhir di Stadion Kansas, pagi tadi -- Argentina meninggalkan timnas Swiss 3-1 (1-0).
Tak ada gol tercipta dari penyerang utama Inggris, Harry Kane dan Leonel Messi (Argentina). Bahkan "three lions" dipaksa ketinggalan lebih dulu, menyusul gol pemain sayap Schjelderup menit-36.
Gelandang serang, Bellingham memborong dua gol kemenangan timnas Inggris. Lewat kakinya dia mampu menyamakan kedudukan 1-1. Dengan sundulan dari sisi kanan gawang yang membuat terperangah kiper Nyland.
Gol menit 45+2 masa injury time itu disambut tepuk tangan David Beckham (51), veteran timnas Inggris di tribun utama Stadion Miami. Gol tambahan Bellingham pada menit-93, memanfaatkan bola muntah hasil tembakan keras Rogers yang mental dari hadangan kiper lawan. Timnas Inggris lmenyudahi perlawanan Swiss 2-1 (1-1).
Sehari sebelumnya, timnas Spanyol dan Prancis sudah lebih dulu lolos. Masing-masing menang dengan skor sama 2-1 atas Belgia dan Norwegia.
Timnas Norwegia yang dimotori Erling Haaland mencatat sejarah baru. Lolos ke perempatfinal Piala Dunia 2026 sebagai prestasi terbaik untuk kali pertama. Bahkan luarbiasa mampu menyingkirkan timnas unggulan, Brasil di babak "16 besar".
Prestasi serupa milik timnas Swiss dipatok prestasi perempatfinal Piala Dunia 2026, setelah penantian panjang 72 tahun. Setingkat lebih baik dibanding Norwegia. Prestasi terbaik perempatfinal Swiss pernah dicatat pada edisi 1934, 1938 dan 1954.
Meski harus berhenti di babak perempatfinal, timnas Norwegia dan Swiss tampil istimewa. Bermain lugas, sebelum menyerah kalah.
Menghadapi juara bertahan, timnas Swiss unjuk tak gentar. Meski kalah jumlah pemain, menyusul sanksi kartu merah Embolo menit-72. Sebelumnya sudah kartu kuning pada menit-44.
Dengan 10 pemain, skuad "palang merah" berusaha mempertahankan hasil imbang untuk keberuntungan adu penalti. Tapi Argentina seolah menolak dan terus menekan yang membuat tercecer pertahanan Swiss yang semula cukup solid.
Dua gol tak terhindarkan dalam 10 menit terakhir extra time. Gol Julian Alvarez menit-111 memecah kebuntuan. Memanfaatkan umpan Lopez dari sayap kiri. Unggul 2-1, gol tak terduga datang dari Martinez lewat bola muntah kiper Kobel.
Timnas Argentina menang 3-1, setelah dipaksa Swiss bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit waktu normal. Meski tanpa gol Messi, tapi legenda Argentina itu berperan untuk hasil gelandang kiri, Mac Allister pada menit-10.
Keunggulan 1-0 bertahan cukup lama, karena Swiss pun tak lelah balik menekan. Berhasil pada menit-67 lewat kaki gelandang Ndoye. Skor sama kuat 1-1 bertahan hingga 90 menit waktu normal. Perpanjangan waktu 2x15 menit mampu dimaksimalkan Leonel Messi dkk. Dua gol akhir, menyudahi perlawanan timnas Swiss 3-1.*
Editor: imam wahyudi (iW)
