Irigasi Padawaras yang Semakin Tidak Waras

Foto : Istimewa
Irigas Padawaras di Tasikmalaya yang jebol, airnya meluber kemana-mana, menyebabkan persawahan kekeringan.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
MASYARAKAT petani di selatan Kabupaten Tasikmalaya saaat ini tengah gundah gulana. Gundah itu menurut KBBI campuran antara susah, bingung khawatir. Tidak tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang akan terjadi.
Pasalnya Irigasi Padawaras mengalami kerusakan berat. menyebabkan air tidak mengalir dan mengairi ke pesawahan mereka yang berada di Kecamatan Bantakalong dan Cipatujah
Rusaknya irigasi Padawaras karena banyak pipa yang bocor,sehingga aib tumpah ke sungai dan mengalir ke laut, tudaj mengalir jauh hingga ke persawahan mereka seperti dulu lagi.
"Kami khawatir gagal panen karena kemarau panjang," keluh Usep petani di Desa Darawati, Kecamatan Bantarkalong. Usep mengkoreksi cara perbaikan yang dilakukan secara tambal sulam. Seyogyanya perbaikan sekaligus secara menyeluruh.
Soal bendung yang mempersatukan debit air Sungai Cilangla dan Cijalu itu saya banyak tahu.
Tahun 1970 saya mulai jadi wartawan Mandala di Tasikmalaya.
Di lembur ketemu Pak Husen Camat Karangnunggal. Kebetulan ada hubungan saudara. Pancakakinya tidak tahu persis. Tetapi kepada bapak saya, Pak Camat itu memanggil emang. Jadi saya suka memanggil akang padanya.
Sekali waktu, di kantor Kecamatan di Batucuri Kang Husen bercerita tentang keluhan masyarakat petani di Tasikmalaya Selatan. Mereka kesulitan air karena sawah mereka masih tadah hujan. Sawah cuma bisa digarap sekali dalam setahun. Itupun produksinya cuma antara 2 sampai 4 ton per hektare,
"Alangkah baiknya kalau dibangun irigasi di selatan ini," harapnya.
Sebagai wartawan saya cepat tanggapi keluhan itu. Tiga hari kemudian soal itu sudah jadi berita di beberapa koran.
Beberapa hari kemudian saya dipanggil Bupati Tasikmalaya Kolonel Husen Wangsaatmaja. Saya memang sudah sangat dekat dengan beliau. Kaldu kunjungan incognito ke daerah saya dan Kang Edi Padmadisastra, wartawan Sinar Harapan suka diajak. Supirnya namanya Pak Syarif suka ngajemput kami di rumah.
Kami berangkat berlima, Pak bupati dan ajudan Kusnaedi kami berdua dan supir. Bupati cerita tentang rencana mau membangun irigasi Padawaras. Sedang dibuat rencana detailnya oleh Bappeda dan bagian pembangunan. Mungkin masih mematikan waktu sebab akan diusulkan dulu ke Ditjen Pengairan.
Saya dan kang Edi pernah diajak ke Jakarta menemui Direktur Jendral Pengairan Ir Suyono Sosro Darsono.
Pembangunan irigasi Itu baru dimulai tahun 1985 pada masa bupati Hudli Bambang Aruman dan diresmikan masa jabatan Adang Roosman, S.H., tahun 1992. Tapi jangan dilupakan peletak dasarnya adalah Bupati (alm) Husen Wangsaatmaja (1970-1974).
Bupati Husen sendirian sudah tidak menjabat sejak tahun 1974 beliau dipindahtugaskan menjadi Residen Priangan kemudian Wali Kota Bandung. Di Tasikmslya menjabat selama 8 tahun (1966-1974).
Sejak awal saya melihat irigasi Padawaras Itu sudah tidak waras. Di cekungan Sungai Cikeruh seharusnya dibuat jembatan seperti di Menol/Cimantar. Itu saya tahu rencananya dari kepala bagian pembangun pemdaTaaikmalaya Drs.Oon Urawan.
Akibatnya sekarang disana selalu banjir jika hujan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Jadi sekarang Pemkab Tasikmalaya harus segera merenovasi Irigasi Padawaras sampai waras. Seperti permintaan Usep sebaiknya perbaikan dilaksanakan secara menyeluruh bukan cuma tambal sulam, Pokoknya Padawaras haus benar-benar dibuat waras.**
