Titik-Titik Kosmis Sebelum Baitullah

Foto : Istimewa
Masjidil Haram, pusat kosmis.
Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)
SEBELUM Islam masuk di Nusantara sekitar abad 11 dan 12, masyarakat terutama di Pulau Jawa sudah mengenal titik-titik kosmis, yaitu titik temu antara dunia fana dengan alam baqa (akhirat).
Mereka mempercayai titik titik Itu seperti kuburan, gunung atau tempat tempat angker memiliki kekuatan magis tempat ngelmu, mengisi kekuatan bathin secara supranatural.
Martin Van Bruit Essen dalam bukunya yang berjudul "Mencari Ilmu dan Pahala di Tanah Suci" menyebutkan, dahulu sebelum Islam masuk di Nusantara orang Jawa percaya bahwa pusat-pusat kosmis itu memainkan peran sentral.
Makam atau kuburan para leluhur, gunung-gunung atau tempat angker adalah tempat yang mustajab untuk berdoa. Tentu saja menurut paham agama mereka yaitu Budha dan Hindu.
Setelah Islam masuk dan mereka memeluknya, maka pusat kosmis itu berpindah ke Makkah dan Madinah. Maka lahirlah peradaban baru yaitu beribadah di Baitullah, rumah Allah. Kedua kota (Haramain) Makkah dan Madinah dipercaya sebagai pusat kosmis
Makkah dianggap sebagai tempat lahirnya cakal bakal manusia. Disana diturunkan manusia pertama Adam. Setelah sempat berpisah dengan istrinya (Hawa) selama 200 tahun mreka dipertemukan di Jabal Rahmah. Di sanalah mereka beranak pinak dsn berkembang biak memadati dunia ini.
Dari mereka lahir manusia pilihan yang menjadi utusan Allah sebagai nabi atau Rasul.
Ada Ibrahim, Ismail ,Nuh, Hud, Syueib, Saleh. dan terakhir Muhammad SAW.
Nabi Ibrahim AS diperintahkan merenovasi Ka'bah yang dibangun secara metafisika oleh para malaikat. Dulu Makkah itu dikuasai oleh kaum Jurhum dari Yaman. Kemudian jatuh ke tangan kaum Kuza'a dan yang terakhir Makkah dan jazirah Arab dikuasai kaum Quraisy yang tidak lain adalah nenek moyang Rasulullah Muhammad SAW.
Ada kesepakatan (meski tidak tertulis) yang berlangsung sampai sekarang bahwa penguasa Arab itu harus keturunan Quraisy. Dan dari mereka itu yang paling kuat dan bertahan menguras sampai sekarang adalah dinasti Ibnu Saud.
Dari Baitullah pula atas perintah Allah, Nabi Ibrahim menyeru agar umat Islam berkunjung ke baitullah. Sekarang Ini katanya sudah lebih dari 5 juta Muslim Nusantara mendaftar untuk menunaikan ibadah haji Tetapi mereka terjebak dalam daftar tunggu yang tak menentu.**


