Memahami Keseimbangan Ekosistem Kehidupan Ciptaan Allah Swt

foto

Dedi Asikin

Dedi Asikin

Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)

TAHUN 2010 saya menjalani operasi pengangkatan kantung empedu. Itupun setelah ditangguhkan selama dua tahun. Hasil pemeriksaan USG ( ultrasonografi) dan city scan menemukan fakta bahwa kantung Itu sudah hampir penuh. Kalau pecah di dalam berbahaya, kata dokter SPB di RS AL Ihsan Bale Endah, Kabupaten Bandung.

Saya mau mencoba obat herbal. Tapi tidak berhasil. Bahkan dengan obat herbal dari Korea yang harganya Rp4,5 juta pun tidak mempan. Dam dokter bedah keturunan Pakistan itu angkat tangan.

"Terlambat dua jam saja, saya tidak bertanggung jawab," kata dokter yang kulitnya sedikit kelam Itu. Saya menyerah dan operasi Itu dilakukan dalam usia saya 70 tahun.

Sejak itu saya terus sakit=sakitan, bolak-balik masuk ke rumah sakit. Bahkan ada kalanya diam di rumah saja cuma satu minggu sudah masuk lagi rawat inap.

Dulu saya sempat komplain dan menuduh Tuhan tidak adil. Orang lain pada sehat, kok saya dikasih penyakit terus. Tapi setelah suatu hari ikut pengajian, saya sadar bahwa sebenarnya Allah itu maha adil.

Dalam hidup selama 70 tahun sebagian besar atau selama 65 tahun kondisi saya sehat walafiat. Ketika sehat itu saya sempat pergi kemana-mana. Hampir seluruh kota besar di Indonesia sempat saya kunjungi.

Sempat pula pergi ke negeri orang. Saya sempat menikmati indahnya pantai Pataya. Balinya Thailand itu terletak 150 km sebelah tenggara Bangkok. Bisa ditempuh dengan berbagai moda transportasi, bus, kereta api atau taksi. Naik bus ongkosnya 160 bath atau waktu itu Rp 66.000, bisa pula pesan taksi.

Saya juga pernah pernah ke Singapura. Malaysia (pulau Penang). Pernah pula ke Filipina. Jangan salah Itu bukan perjalanan jurnalistik, sebagai wartawan. Waktu Itu saya masih menjabat Sekjen SSPTT Jawa Barat yang melingkupi Kalimantan Barat.
Jadi perjalanan itu dibiayai Serikat Sekerja juga PTTI ( SSPTT internasional yang katanya dapat bantuan dari negeri Paman Sam (AS).

Di Singapura sempat ke Pulau Sentosa atau pemandangan alam pedesaan di pulau Ubin Jingga pantai tenang pulau Lazarus.

Sekarang saya sadar akan keadilan yang diberikan oleh Allah SWT itu. Selain Itu juga paham pengaturan jumlah penduduk dunia. Semua demi keseimbangan ekologi dan sosial. Berikut daftar usia beberapa nabiyullah:

- Adam As 1.000 tahun. Tapi hidup yang sesungguhnya dijalani 960 tshun kerena nabi Adam sepakat usianya 40 tahun diberikan kepada nabi Daud hingga usia nabi Daud menjadi 100 tahun
- Nabi Nuh As 1.053 tahun. 950 tahun digunakan melulu untuk dakwah.
- Nabi Hud As 483 tahun.
- Nabi Ibrahim As 200 tahun.
- Nabi Ismail As137 tahun.
- Nabi Ishak As (putra Ibrahim dari Siti Sarah)120 tahun.
- Nabi Yusuf bin Yacub 110 tahun.
- Zulkifli 75
- Rasulullah Muhammad SAW 63 tahun.
- Nabi Isa As diangkat ke langit ke Sidratul Muntaha pada usia 33 tahun dan masih perjaka.

Coba kalau Allah tidak mengatur keseimbangaan Jika usia para rasul itu pendek tentu dunia ini akan kosong. Sebaiknya jika sekarang usia manusia panjang tentu hidup ini akan berdempetan kaya ikan tuna dalam kaleng sarden.
Subhanallah wa barokallah.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Di Balik PWI yang Hebat Ada IKWI yang Kuat
Dehumanisasi Pakar
Ohh... Ini Urusan Legal Standing
Persoalan Sampah, Elok di Atas Kertas Lumpuh di Lapangan
Blokir Senyap "Rasa Orde Baru"