Dehumanisasi Pakar

Ilustrasi
Ilustrasi
Catatan RIDHAZIA
(Wartawan Senior)
MAKIAN Presiden Prabowo Subianto kepada para pakar di Tanah Air dinilai tidak pantas dan merendahkan. Lebih jauh berpotensi merusak pola dan etika komunikasi politik.
Penggunaan kata goblok untuk entitas akademisi yangemiliki keahlian khusus itu di ruang publik sebagai pertanda negara ini tengah berada dalam darurat kemanusiaan: Dehumanisasi!
Dehumanisasi adalah proses atau tindakan merendahkan martabat. Sekaligus memperlakukan manusia tidak lagi sebagai manusia yang layak dihormati.
Dan, ketika dehumanisasi terjadi, manusia direduksi menjadi sekadar pelengkap penderita dengan label negatif.
Hal yang berbahaya lagi, tidak ada penyataan meminta maaf. Justru diulang tanpa merasa bersalah. Lebelisasi buruk itu seakan sebagai hal yang wajar. Malah sebaliknya berdalih ia sebagai korban.
Ingat DARVO!
Fenomena psikologis dan politik yang sering disebut sebagai Victim Blaming yaitu menyalahkan orang lain lantas berbalik menjadi Playing the Victim yakni berlagak sebagai korban itu dalam studi psikologi komunikasi perilaku dikenal dengan istilah DARVO (Deny, Attack, and Reverse Victim and Offender).
Taktik manipulasi yang pertama kali diidentifikasi oleh psikolog asal Amerika Serikat, Dr. Jennifer Freyd pada tahun 1990-an tak lebih sebagai sebuah strategi yang sering digunakan oleh pelaku kekerasan psikologis saat diminta pertanggungjawaban atas perbuatannya.**