Soeharto Jadi Presiden karena Strategi yang Matang

foto

Foto : Istimewa

Soeharto saat disumpah menjadi Presiden RI menggantikan Sukarno melalui Tap MPRS No. XLIV/MPRS/1968 pada 27 Maret 1968..

Oleh DEDI ASIKIN
(Wartawan Senior)

NAIKNYA Soeharto ke panggung kekuasaan sangat fenomenal dan spektakuler. Dia benar-benar seorang ahli strategi, dan penuh perhitingan yang matang.

Awalnya Jakarta dibuatnya kacau. Tanggal 11 Maret 1966 dia kerahkan ratusan tentara tanpa tanda pengenalnya, bersiaga tempur. Sementara di jalanan ribuan mahasiswa terus berdemo, menyerukan Tritura :
- Bubarkan PKI
- Turunkan harga
- Rombak Kabinet Dwikora

Bung Karno yang saat itu memimpin sidang kabinet pun ketakutan. Ia lari terbirit-birit meninggalkan istana negara. Subandrio Menlu kesayangannya ikut lari pula. Dengan helikopter kepresidenan, Sukarno dilarikan ke Istana Bogor.

Sore hari Soeharto yang sedang sakit di rumahnya Jalan Haji Agus Salim Jakarta Pusat mengutus tiga Jendral kepercayaannya, Basuri Rahmat (Mentri Veteran), Amir Mahmud (Pangdam V/Jaya) dan M. Yusuf (Menteri Perindustrian). Ketiganya menemui Presiden Sukarno di Istana Bogor.

Dengan berbagai cara, behkan ada isu yang bilang dengan todongan pistol segala, maka turunlah Surat Perintah 11 Maret kepada Soeharto untuk melakukan tindakan keamanan dan ketertiban serta melindungi keamanan dan keselamatan Presiden Sukarno dan keluarga.

Maka dengan Surat Perintah 11 Maret (Super Semar), Soeharto diangkat menjadi Pejabat Presiden melalui TAP MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 pada 12 Maret 1967, dan kemudian diangkat secara resmi sebagai Presiden Republik Indonesia melalui TAP MPRS No. XLIV/MPRS/1968 pada 27 Maret 1968.**

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Ikhwal Bernama Ijazah
Siapa Dungu, Siapa Goblok?
PNS Netralitas Bablas
Homopili: "Tak Sejalan Nggak Apa-Apa"
Di Balik PWI yang Hebat Ada IKWI yang Kuat