Kirab Delman Hias Semarak Mengisi Hari Jadi ke 528 Kabupaten Kuningan

Foto: Whyr
Kirab delman berhias mengisi HUT ke 528 Kabupaten Kuningan.
KUNINGAN, KejakimpolNews.com -- Tradisi naik delman saat memperingati Hari Jadi ke 528 Kabupaten Kuningan menjadi salah satu rangkaian agenda rutin yang digelar setiap tanggal 1 September.
Dengan mengenakan busana khas Sunda para pejabat daerah, yakni, bupati, wakil bupati, sekda bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menaiki delman hias secara bersama-sama dengan satart dari Pendopo Kabupaten Kuningan di jalan Siliwangi menuju ke Gedung DPRD di jalan R.E. Martadinata Ancaran-Kuningan untuk menghadiri Sidang Paripurna Hari Jadi Kuningan, Selasa (01/9/2026).
Tradisi rutin yang dilaksanakan setiap tahun itu, tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian seremoni Hari Jadi, melainkan merepresentasikan upaya untuk mempertahankan dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya serta kearifan lokal masyarakat Kuningan di tengah perkembangan zaman.
Lebih menarik lagi selain Delman hias, belasan penunggang Kuda mengawal iring-iringan para petinggi Kuningan diatas roda delman hias.
Peringatan atau milangkala hari jadi ke-528 Kuningan, menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkuat komitmen pembangunan daerah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat.
Sementara itu, bagi para kusir delman tradisi tahunan ini menjadi berkah karena mereka mendapat imbalan yang lumayan berlipat jika di banding dari hasil harian.
Menurut Mang Dadi (52) salah seorang pemilik delman hias warga Kelurahan Cijoho yang merangkap sebagai kusir menuturkan, setiap hari ngetem di Taman Kota Kuningan. Jumlahnya lebih dari 40 delman hias. Mereka antre berjajar seraya bersabar menunggu penumpang.
Tarip penumpang dipatok Rp15 ribu/dewasa dan Rp30 ribu/Anak. Rutenya keliling seputar kota Kuningan mulai jalan Veteran, Jl.Apidik, Jl.Syekh Maulana Akbar Jl. Siliwangi dan kembali ke Tamkot.
"Alhamdulillah .setiap hari selalu kebagian jatah dua kali narik. Bila akhir pekan penumpang semakin ramai terutama dari pedesaan. Terkadang ada juga wisatawan yang ingin menikmati serunya naik delman hias ini," kata mang Dadi.**
Author: WHJR
Editor: Maman Suparman
