Mual Setelah Menyantap Menu
Lagi Keracunan MBG di Cimahi, Belasan Siswa Dilarikan ke RSUD Cibabat dan Sejumlah Rumah Sakit

Ilustrasi
Ilustrasi sejumlah siswa SD mengalami keracunan setelah menyantap MBG.
CIMAHI, KejakimpolNews.com - Setelah sekian bulan tak terdengar lagi sejak keracunan makanan di Kabupaten Bandung Barat, kini siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpaa siswa dan guru SDN Cimahi Mandiri 4.
Mereka dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG pada Rabu (25/2/2026). Mereka mengaku mualla mual dan pusing setelah makan menu MBG.
Data awal yang diterima Dinas Kesehatan Kota Cimahi sampai Rabu malam menunjukkan bahwa 11 anak dibawa ke RSUD Cibabat, dua anak ke RS Mitra Kasih, dan satu anak ke RS Dustira.
Dugaan sementara, mungkin akibat telur yang kurang matang. Akibatnya belasan siswa SD-SMP di Cimahi dilarikan ke RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih, dan RS Dustira, namun semua pasien telah tertangani.
Selain menimpa b elasan siswa SDN Cimahi Mandiri 4, juga menimpa siswa dari sekolah lainnya, di antaranya SMP. tetapi nama SMP hingga berita ini ditulis belum terkonfirmasi.
Menurut sjeumlah saksi mata, gejala muncul setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yakni onigiri dan telur yang disuplai oleh SPPG Karangmekar 02. Saksi menyebut terdapat telur yang ditemukan belum matang.
Mereka baru terasa mual, pusing, dan ulu hati sakit, umumnya dirasakan oleh siswa yang menyantap pada siang hingga menjelang buka puasa. Bahkan saat puasa. Dan Rabu itu memang makanan MBG disuplay tidak untuk dimakan di sekolah melainkan dibekal ke rumah untuk buka puasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, yang turun memastikan para korban (belasan siswa dan guru) sudah ditangani di berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih, dan RS Dustira.
Dengan munculnya kembali gejala keracunan MBG, maka pengawasan SPPG di Kota Cimahi mulai Kamis besok akan diperketat oleh Pemkot dan Kejaksaan Negeri untuk mencegah kejadian serupa.
Kejadian ini menambah panjang daftar kasus serupa di wilayah Jawa Barat, yang sebelumnya juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat.
Mulyati, menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima para siswa setelah makan menu MBG yang dibawa dari sekolah, mulai merasakan gejala-gejala puisng dan mual. Mereka merasaknnya sekitar pukul 17.30 WIB.
Mulyati menyebutkan, beberapa anak masuk ke RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih, dan RS Dustira. Semua pasien katanya sudah tertangani.
Data awal yang diterima Dinas Kesehatan Kota Cimahi sampai Rabu malam menunjukkan bahwa 11 anak dibawa ke RSUD Cibabat, dua anak ke RS Mitra Kasih, dan satu anak ke RS Dustira.
Masih kata Mulyati, ada informasi bahwa beberapa siswa juga mendapatkan penanganan di klinik dan telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), yang mendistribusikan menu MBG, juga menyalurkan menu serupa ke posyandu dan TK. Dinkes saat ini fokus pada penanganan medis korban.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi kata Mulyati, terus melakukan pengawasan terkait kemungkinan adanya penambahan korban. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas Pendidikan untuk mendata siswa yang terdampak setelah mengonsumsi MBG.
Mulyati menyampaikan pesan kepada Kepala Dinas Pendidikan agar siswa yang mengalami gejala segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.**
Editor: Sonni Hadi