Dirut RSHS Siapkan Operasi Rekonstruksi Wajah Yuvita yang Rusak Dianiaya Taufik Hidayat

Foto : Istimewa
Dirut Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Rachim Dinata Marsidi saat konferensi pers di Mapolda Jabar.
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Kondisi Yuvita Tri Rejeki atau YTR (29), korban penganiayaan Taufik Hidayat, yang tengah dirawat di RSHS kini mulai tampak perkembangan. Di antaranya sudah bisa belajar berjalan, namun luka beratnya masih terus diobati.
Hal ini dikemukakan di antaranya oleh kakak ipar Yuvita, Melanie Silvini yang menjaga Yuvita di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Sementara itu Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Rachim Dinata Marsidi mengatakan, hingga aaat ini tim medis RSHS tengah berjuang keras untuk menyelamatkan Yuvita, korban penyekapan dan penyiksaan brutal selama 2 tahun di Kabupaten Bandung.
Dirut RSHS menyebutkan, tim medis tengah membersihkan luka-luka di sekujur tubuh korban, saat ini RSHS membentuk tim berisikan 40 orang ahli yang akan menangani pemulihan dan telah menyiapkan operasi rekontruksi wajah korban.
Proses operasi katanya, akan memakan waktu yang sangat panjang dan akan dilakukan secara bertahap, Mulai dari operasi rekontruksi wajah yang di prediksi akan memakan waktu sekitar 3 bulan.
Seperti diberitakan, wajah Yuvita memang rusak, mata kirinya sudah tidak berfungsi. mata kanan bernanah, bibirnya sobek, lututnya ada luka seperti bekas bacokan senjata tajam, dan di beberaoa titik seperti bekas luka api rokok. Dan untuk memulihkan terutama wajahnya, harus direkonstruksi melalui operasi.
"Namanya rekonstruksi akan memakan waktu, dan akan dilakukan bertahap," kata Rachim saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Jumat 26 Juni 2026.
Rachim mengungkap, kondisi wajah korban Yuvita sangat parah pascainsiden penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat. Makanya dalam proses rekontruksi wajah nanti, pihak RSHS bakal membuat wajah korban mendekati seperti semula. Dan ini operasi wajah ini adalah yang paling berat.
Sebab ujar Rachim, rekonstruksii adalah mengembalikan kondisi supaya mendekati seperti semula. Kalau sempurna sangat sulit. Sambil menunggu proses rekontruksi wajah, pihak RSHS bakal membatasi kunjungan terhadap korban guna mencegah masuknya kuman dari luar yang dapat menghambat proses penyembuhan maupun operasi rekonstruksi selanjutnya.
Dirut RSHS akan membatasi kunjungan korban. Untuk beberapa hari ke depan kunjungan akan diperketat, dan tidak boleh ditengok karena khawatir yang datang berkunjung akan membawa kuman sehingga pihaknya tidak bisa melakukan rekonstruksi.**
Editor: Maman Suparman