Warga Para Guru dan Staf Kelurahan Haurpancuh Kota Bandung Kecewa, Tunggu KDM Datang Ternyata Hoaks

Sonni Hadi
Kepala SD, guru, dan staf Kelurahan Haurpancuh, tengah menunggu kedatangan Gubernur Jabar,
BANDUNG, KejakimpolNews.com -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi diisukan akan meninjau langsung SD Haurpancuh, Kota Bandung. Isu menyebar hingga Rabu 1/7i/2026) warga masyarakat sekitarpun berdatangan sejak pukul 09.00).
Bahkan perangkat Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong juga menyiapkan beberapa anggota Linmas, termasuk Kabid Linmas Prov Jabar Tedy juga sudah siap dengan anggota dipusatkan di SD Haurpancuh. Namun ternyata ditunggui hingga pukul 11.00 WIB, KDM (Kang Dedi Mulyadi)- panggilan akrab gubernur, ternyata tidak muncul.
Ternyata setelah ditelusuri berita KDM akan meninjau SD Haurp[ancuh ini sumbernya tak jelas alias hoaks, akibatnya ratusan warga Kelurahan Lebakgede, dan Kelurahan Sadangserang yang telah berdatangan ingin melihat lebih dekat sosok KDM, menjadi kecewa.
Bahkan Lurah Sadangserang Leny Mariana yang sudah berada di SD Haurpancuh sejak pukul 09.00.
saat ditanya KejakimpolNews.com iapun bingung malah b alik bertanya kepada Kabid Linmas, "Apakah benar Gubernur mau melihat Gedung SD Haurpancuh?"
Tedy sang Kabid Linmas ini malah kelihatan ragu. Namun Tedy berusaha menjelaskan, katanya Pak Gubernur bukan mau ke SD tapi mau melihat hasil dari pembongkaran bangunan liar yang berada di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) dan sekitarnya.
Tedy menambahkan, ia akan berusaha untuk membawa ke SD Haurpancuh, karena menurut keterangan sebelumnya berbincang dengan Kepala Sekolah SD Haurpancuh Euis Sumarni didampingi Lurah Sadangserang Leny Mariana, bahwa dengan pembongkaran bangunan liar di Kawasan Monju, pighaknya merasa lega.
Dampaknya, sekitar Monju jadi bersaih dan tidak mengkhawatirkan anak-anak didiknya yang setiap kegiatan olahraga suka menggunakan pelataran monumen agar lebih lebih aman.
"Dulu ketika ada bangunan liar di kawasan itu, sangat mencemaskan. Karena di antara penghuninya ada yang memelihara anjing yang suka berkeliaran di halaman monumen. Bahkan ada siswa yang pernah digigit anjing tersebut," tutur Kabid Linmas Tedy menirukan penjelasan Kepala Sekolah SD Haurpancuh.
Bahkan katanya, yang lebih membahayakan anak didiknya, tahun 2018 dilaporkan adanya pedofil, beberapa anak diberi uang dan digiring ke lokasi bangunan liar.
Tentunya berkaitan dengan pembongkaran banguna liar itu manfaatnya selain bersih dan tertata, bisa mengurangi para preman yang kerap kali mabuk mabukan di Kawasan monumen.
Tedy menambahkan, kedua hal yang menyangkut ketrentraman masyarakat sekitar dan anak anak sekolah, akan disampaikan kepada gubernur langsung. Namun apa dikata KDM tidak datang.
Sementara itu dari beberapa warga mengaku merasa heran, kenapa Gubernur mau datang biasana tidak diketahui oleh siapa siapa, dan kebiasan gubernur lebih akrab dipanggil KDM suka datang tiba-tiba tidak dipersiapkan terlebih dahulu.
Belum jelas dari mana kabar burung itu yang mampu membuat warga Masyarakat berduyun duyun ingin melihat lebih dekat gubernur.**
Editor: Sonni Hadi